"Pesawat dilengkapi eject machine, sampai saat terakhir sepertinya tidak sempat digunakan," kata Danlanud Adisutjipto Marsma Imran Baidirus menjawab pertanyaan wartawan di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Minggu (20/12/2015).
Mengapa pilot tak sempat menggunakan kursi pelontar, hal itu akan diselidiki. "Penyebab kecelakaan belum bisa disimpulkan, itu kompetensi Mabes TNI AU yang akan datang ke Yogya untuk menindaklanjuti kecelakaan," ujarnya.
Saksi mata Wisnu Utomo yang sedang berada di Bandara Adisutjipto sempat mengabadikan detik-detik kecelakaan pesawat yang sedang beratraksi dalam rangka Gebyar Dirgantara TNI AU itu. Dia tak melihat pilot menggunakan kursi pelontar. Pesawat jatuh begitu cepat.
Kapten Dwi Cahyadi dan Letkol Marda Sarjono merupakan prajurit yang terlatih menggunakan pesawat tempur buatan Korsel tersebut. Mabes TNI AU menyebut kualifikasi mereka tidak perlu diragukan lagi.
(nrl/nrl)











































