"Saat ini baru kita matangkan dulu rencananya," ungkap Imran seusai menengok kedua jenazah di tempat pemulasaraan RSPAU Hardjo Lukito Yogyakarta, Minggu (20/12/2015).
Namun menurut Imran, pihaknya belum bisa memastikan kapan waktu pelepasan jenazah secara kemiliteran tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, saat ini TNI AU masih berbicara dengan pihak keluarga. Almarhum Letkol Marda keluarganya ada di Madiun. Sedangkan Kapten Dwi ada di Yogyakarta.
Dia mengatakan keduanya gugur dalam tugas sehingga akan dimakamkan menurut tata cara kemiliteran.
"Ini masih kita matangkan. Nanti kalau jadi dimakamkan di Madiun, ya kita lepas secara militer. Untuk Kapten Dwi juga sama secara militer," tegas Imran.
Ditanya soal kondisi jenazah, Imran tidak bersedia menjelaskan.
"Saya tidak tahu persis. Itu sudah ditangani bagian kesehatan," ujarnya.
Dalam jumpa pers sebelumnya, Imran menegaskan pesawat T50i Golden Eagle yang diawaki kedua perwira itu dalam kondisi layak terbang.
Pesawat tempur ringan buatan Korsel ini datang secara bertahap ke Indonesia pada 2013-2014. Total pesawat yang dimiliki Indonesia ada 16 unit dengan home base di Skadron 15 Iswahyudi Madiun di bawah komando Letkol Marda. (bgs/nrl)










































