Gembong Perampok Minimarket di Kebon Jeruk Ditembak Mati Polisi

Gembong Perampok Minimarket di Kebon Jeruk Ditembak Mati Polisi

Mei Amelia R - detikNews
Minggu, 20 Des 2015 14:26 WIB
Gembong Perampok Minimarket di Kebon Jeruk Ditembak Mati Polisi
Foto: Ilustrasi oleh Basith Subastian
Jakarta - Setelah dua hari kabur, gembong perampokan minimarket di Jl Lapangan Bola, Kebon Jeruk, Jakarta Barat akhirnya dibekuk polisi. Tersangka bernama Ujang Supriatna alias Uje terpaksa diberikan tembakan tegas dan terukur yang mematikan karena melakukan perlawanan.

"Tersangka Uje melawan dengan senjata samurai, selanjutnya diberikan tembakan peringatan dua kali tetapi tidak diindahkan sehingga anggota memberikan tembakan tegas dan terukur yang mengakibatkan tersangka meninggal dunia," jelas Kapolres Jakbar Kombes Rudy Heriyanto Adi Nugroho kepada detikcom, Minggu (20/12/2015).

Tersangka disergap di Jl dr Semeru, Grogol, Tanjung Duren, Jakarta Barat pada pukul 03.15 WIB dini hari tadi oleh tim gabungan dari Polres Jakarta Barat dan Polsek Kebon Jeruk. Dari tersangka, polisi menyita barang bukti berupa samurai dan handphone tersangka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, polisi menangkap tersangka Agung Fanani (24), sesaat setelah melakukan perampokan di Alfamart Jl Lapangan Bola, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dari tersangka, polisi menyita dua bilah samurai, helm, tas ransel berisi roko hasil rampokan dan uang Rp 3,4 juta yang juga hasil rampokan.

Kedua pelaku sempat menodongkan samurai kepada salah satu karyawan Alfamart yang saat itu hendak membuka rolling door. Para pelaku kemudian memaksa karyawan untuk membuka brankas dan juga mengambil sejumlah rokok.

"Para pelaku sudah melakukan perampokan di 6 minimarket di kawasan Jakarta Barat," tuturnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Didik Sugianto mengatakan, saat ini pihaknya masih mengembangkan para pelaku untuk menangkap 2 orang DPO bernama Tomy dan Ega alias Batak.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang didapat, tersangka merencanakan perampokan lebih sadis lagi dengan menggunakan senjata api.

"Tersangka Uje ini gembongnya, dia yang mengotaki. Berdasarkan informasi bahwa Uje pernah memesan senpi rakitan untuk melakukan kejahatan," tutur Didik.

(mei/bag)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads