Jelang Akhir Tahun, Densus 88 Gerebek Terduga Teroris di 3 Tempat

Jelang Akhir Tahun, Densus 88 Gerebek Terduga Teroris di 3 Tempat

Muchus Budi R., Enggran Eko Budianto - detikNews
Minggu, 20 Des 2015 09:09 WIB
Jelang Akhir Tahun, Densus 88 Gerebek Terduga Teroris di 3 Tempat
Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom
Jakarta - Kebetulan atau tidak, di penghujung 2015 ini Densus 88 Antiteror menggerebek sejumlah lokasi terduga sarang teroris dalam semalam.

Ada tiga lokasi berbeda yang digerebek Densus pada Sabtu (19/12/2015) malam hingga pergantian hari.

Dua lokasi relatif berdekatan, yakni di wilayah Jawa Timur. Sementara satu lokasi berada di Jawa Tengah. Entah ada apa gerangan penggerebekan bisa serempak jelang pergantian tahun tak sampai dua pekan mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut adalah tiga lokasi terduga sarang teroris yang digerebek Densus 88, tadi malam:

1. Tempat Pijat di Mojokerto

Densus 88 Antiteror menggeberek rumah kontrakan diduga sarang teroris di Jalan Empu Nala, Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (19/12) malam. Rumah yang sehari-hari digunakan sebagai tempat terapi pijat itu disewa oleh Indraji Idham Wijaya (28).

Indraji merupakan warga Dusun Notog, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Ketua RT setempat, Didik Hardi, mengatakan rumah yang dikontrak Indraji sejak Mei 2015 itu adalah milik dr Nurul.

"Kemudian dibenahi dan baru ditempati Bulan Juli lalu. Orangnya aktif mengikuti kegiatan di lingkungan sini, sering muncul ke masyarakat," kata Didik yang rumahnya hanya berjarak sekitar 20 meter dari rumah dr Nurul.
Indraji tinggal di rumah kontrakan bersama istri dan dua anaknya yang masih balita. Istri dan anak-anak Indraji kemudian dibawa ke Polres Mojokerto untuk mendapat perlindungan.

Polisi mencokok 6 orang dari rumah kontrakan tersebut. Saksi mata dari warga mengatakan proses penggerebekan berlangsung singkat.

"Anggota Densus 88 memakai seragam lengkap dan tameng keluar dari mobil tersebut dan langsung masuk ke dalam rumah. Belakangnya lagi ada tiga orang pria dengan ditutupi wajahnya digelandang Densus dari dalam rumah. Mereka kemudian dimasukkan ke dalam mobil," kata warga bernama Tri Winarno di lokasi.

Selain itu petugas membawa sejumlah barang bukti dari rumah Indraji. Salah satunya dokumen identitas palsu. Barang bukti selanjutnya diamankan ke Polres Mojokerto.

"Kami tak bisa menyebutkan apa saja, namun salah satunya berupa dokumen yang kami duga identitas palsu," kata Kasat Reskrim Polres Kota Mojokerto, AKP Maryoko.

2. Trowulan

Masih di Mojokerto namun berbeda kecamatan, polisi juga menggerebek sebuah rumah yang diduga menjadi tempat tinggal terduga teroris. Rumah tersebut berlokasi di Desa Trowulan RT 4 RW 2, Kecamatan Trowulan.

Rumah milik Antok tersebut dikontrak oleh pasangan suami istri M Choirul Amin dan Linda HP sejak Agustus 2015. Pasutri itu diketahui berasal dari Dusun Gumuk RT 5 RW 5, Desa Jetis, Kecamatan Kaliwungu, Semarang, Jawa Tengah. Sehari-hari, mereka membuka pengobatan alternatif akupuntur.
Dari rumah tersebut Polisi mengamankan keluarga salah satu terduga teroris yang ditangkap di Jalan Empu Nala. Selain itu M Choirul Amin diduga menjadi satu dari tiga orang terduga teroris yang disergap tim Densus 88 di Jalan Empu Nala.

Polisi menemukan buku jihad dan surat keterangan pindah palsu dari rumah Amin. Disita pula sejumlah barang bukti, antara lain satu set komputer, sebuah laptop, 2 hardisk, 1 set stempel palsu, sebuah ponsel Smartfren, 3 kardus HP Samsung, dan 2 bilah pisau.

"Dua lembar surat keterangan pindah palsu juga disita tim Densus," kata Kapolsek Trowulan, AKP Sulkan, Minggu (20/12) dini hari.

Baik di rumah Indraji maupun rumah Amin, polisi tak menemukan adanya bahan peledak.

3. Sukoharjo

Penangkapan lain terkait dugaan aktivitas terorisme dilakukan polisi di jalanan di Kota Sukoharjo, Jawa Tengah. Polisi menangkap Abdul Karim alias Abu Jundi yang dilanjutkan menggeledah kontrakannya.

"Mengenai jaringan dan keterlibatannya apa, Densus 88 yang lebih tahu tentang itu. Densus juga sudah memeriksa rumah kontrakan yang bersangkutan di Kecamatan Bulu, Sukoharjo," ujar Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rifai, Sabtu (19/12).

Densus 88 menyita sejumlah barang dari rumah kontrakan Abdul, di antaranya pupuk urea, paku, gotri, switching, parang, parafin, buku-buku panduan merakit bom, serta sebuah peta daerah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek).

Halaman 2 dari 4
(rna/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads