Pesan Istri ke Saut Situmorang: Jangan Pulang Sebelum Tangkap Koruptor

Pesan Istri ke Saut Situmorang: Jangan Pulang Sebelum Tangkap Koruptor

Elza Astari Retaduari - detikNews
Minggu, 20 Des 2015 05:55 WIB
Pesan Istri ke Saut Situmorang: Jangan Pulang Sebelum Tangkap Koruptor
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Peran keluarga sangat penting bagi pimpinan KPK yang baru saja terpilih, Saut Situmorang. Bahkan keluarga, terutama sang istri, disebut Saut sangat mendukung tugas barunya di KPK.

Di saat sejumlah kalangan meragukan integritas pimpinan KPK baru yang dipilih KPK, bagi Saut keluarga menjadi sumber kekuatannya. Untuk itu ia mengaku siap dalam menjalankan amanah yang dipercayakannya dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Ya tentu, keluarga sangat mendukung. Saya siap memimpin KPK," ungkap Saut saat berbincang dengan detikcom di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu (19/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dukungan keluarganya bukan sembarangan. Bahkan istri Saut punya pesan khusus kepada mantan lulusan Universitas Padjajaran bidang fisika tersebut.

"Keluarga saya, istri saya ya selalu bilang 'jangan pulang sebelum tangkap koruptor'. Begitu walaupun mungkin itu jokes," tutur Saut.

"Ya kayak anak-anak gitu, (dapat warning) awas kamu ya, jangan pulang kalau nggak dapat nilai A," lanjutnya sambil tersenyum.

Menjadi pimpinan KPK bukan perkara mudah. Namun meski harus bekerja keras tanpa mengenal waktu, Saut mengaku siap.

Mantan Staf Ahli Kepala BIN ini mengaku tidak mempermasalahkan jika waktu sosial maupun waktu bersama keluarganya harus berkurang demi untuk menjalankan tugas menjadi pimpinan KPK. Lama bertugas di dunia intelijen dan strategis, membuat Saut menjadi lebih fleksibel soal waktu.

"Oh iya dong. Nggak masalah (waktu bersosial berkurang). Saya kan selama ini sudah biasa sembunyi dari permukaan. Nggak sulit itu," aku Saut.

Selain berkarier panjang di dunia intelijen, Saut juga merupakan akademisi di bidangnya. Ia merupakan pengajar ilmu kompetitif intelijen di Universitas Indonesia. Selain itu ia juga pernah menjadi sekretaris program pendidikan Ketahanan Nasional (Lemhanas) pada tahun 2013.

Perusahaan yang dimiliki Saut yakni PT Indonesia Cipta Invesma sempat dipermasalahkan saat ia menjalani tes Capim KPK karena dianggap sebagai tempat pencucian uang. Namun dengan tegas ia membantahnya.

Jabatan terakhir Saut di BIN sebagai staf ahli Kepala BIN dijalaninnya mulai tahun 2014 hingga saat ini. Ia pun pernah menjadi Direktur monitoring dan survailance BIN pada 2011-2014. Saut sudah beberapa kali mengikuti pemilihan capim KPK namun gagal, hingga akhirnya terpilih menjadi pimpinan KPK Jilid IV ini. (ear/rna)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads