Penggerebekan di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, dilakukan pada Sabtu (19/12) malam hinga Minggu (20/12/2015) dini hari. Kapolsek Trowulan, AKP Sulkan mengatakan, penggerebekan lokasi yang diduga sarang teroris di wilayah hukumnya itu merupakan pengembangan dari penangkapan tiga terduga teroris di Jalan Empunala 78, Kota Mojokerto yang juga telah digerebek.
Dari rumah milik Antok yang dikontrak Amin di Trowulan itu, tim Densus 88 menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, satu set komputer, sebuah laptop, 2 hardisk, 1 set stempel palsu, sebuah ponsel Smartfren, 3 kardus HP Samsung, dan 2 bilah pisau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak Agustus 2015, anggota terduga teroris Amin mengontrak rumah di RT 4 RW 2 Desa/Kecamatan Trowulan bersama istrinya, Linda H P serta 5 orang anaknya. Pasangan suami istri ini diketahui asal Dusun Gumuk RT 5 RW 5, Desa Jetis, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Tak lama setelah digerebek tim Densus 88 anti teror, Tim Gegana Polda Jatim tiba di rumah yang disewa Amin. Dengan peralatan lengkap, tim Gegana menyisir setiap sudut rumah tersebut.
Penyisiran ini untuk menemukan kemungkinan adanya bahan peledak. Soalnya, Amin disebut-sebut sebagai bos pabrik senjata di Klaten, Jawa Tengah.
"Bahan peledak tidak ditemukan. Kalau buku-buku jihad ada," sebut Sulkan.
Penyisiran oleh Tim Gegana Polda Jatim selesai sekitar pukul 01.50 WIB. Garis polisi masih dipasang di rumah terduga teroris tersebut. Warga yang sebelumnya menyaksikan penggeledahan kini mulai membubarkan diri. (dnu/dnu)











































