Jika Napi Berkebun Dikembangkan, LP Bisa Jadi Sentra Sayur dan Buah

Jika Napi Berkebun Dikembangkan, LP Bisa Jadi Sentra Sayur dan Buah

Rina Atriana - detikNews
Minggu, 20 Des 2015 03:15 WIB
Jika Napi Berkebun Dikembangkan, LP Bisa Jadi Sentra Sayur dan Buah
Foto: Rina Atriana/detikcom
Jakarta - Belasan Lembaga Pemasyarakatan (LP) dan Rumah Tahanan (Rutan) beberapa wilayah di Indonesia memamerkan produk perkebunan yang dihasilkan narapidana binaan mereka. Pameran yang dikemas dengan nama 'Festival Napi Berkebun' itu mendapat sambutan baik dari berbagai pihak.

Salah satu dukungan dari Sosiolog yang juga anggota Badan Pertimbangan Pemasyarakatan (BPP), Imam Prasodjo. Terlepas dari gelaran festival yang bertempat di Pasar Festival Kuningan, Jakarta Selatan itu, Imam terutama menyoroti aktivitas berkebun napi itu sendiri.

"Saya melihat upaya-upaya seperti ini kan selain bisa menghasilkan dan belajar bagaimana memproduksi sendiri, itu juga kegiatan yang refreshing ya buat para napi di dalam," kata Imam kepada detikcom, Sabtu (19/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Imam, jika dilakukan secara konsisten, bukan tidak mungkin ke depan lapas dan rutan bisa menjadi sentra produksi sayur dan buah di Indonesia. Apalagi jika melihat luasnya lahan yang belum termanfaatkan di rutan dan lapas-lapas tersebut.

"Napi ini asetnya begitu besar, banyak sekali tanah-tanah yang tidak termanfaatkan secara baik. Kalau ini bisa dikembangkan sebagai upaya-upaya produktif, yang punya visi bisnis, lapas bisa menjadi sentra sayur mayur dan buah-buahan. Mimpinya jadi tidak hanya sebagai kegiatan," jelas Imam.

"Petugas Lapas tidak hanya sebagai petugas, tapi juga sebagai motivator tumbuhnya inovasi-inovasi di dalam lapas," lanjutnya.

Akan tetapi, sebetulnya tanpa tanah yang luas pun para napi masih tetap bisa produktif dengan memanfaatkan media non tanah. Contohnya yang dilakukan para napi di LP Kelas IA Cipinang. Dalam rangka efisiensi, mereka membuat alat khusus untuk menempatkan pot-pot berisis bibit tanaman.

"Selama ini hasil tanam menanam sebagian besar untuk produksi sendiri, dikirim ke dapur untuk dibuat konsumsi," kata pejaga stand yang sekaligus penjaga LP, Khalid, di lokasi.

Sebanyak 2.200 narapidana pria saat ini tercatat menghuni LP Kelas IA Cipinang. 37 di antaranya aktif dalam kegiatan berkebun yang baru berjalan setahun ke belakang tersebut.

"Ada sekitar 37 orang, sisanya aktif di kegiatan-kegiatan lain, seperti otomotif, peternakan, ada perikanan. Kita memang cari yang benar-benar mau kerja, yang mau berkebun," tutur Khalid.

Stand Lapas kelas I Sukamiskin
Sementara itu LP kelas I Sukamiskin Bandung benar-benar memanfaatkan luas lahan yang mereka punya untuk mengoptimalkan produksi sayur dan buah. LP yang dihuni mayoritas oleh napi koruptor itu memiliki luas lahan untuk berkebun lebih dari 3 hektare.

"Ada ratusan napi yang ikut di program berkebun ini. Kalau koruptor mereka di bagian pertanian dalam. Memang ada koruptor yang ikut serta, tapi nggak banyak," ujar penjaga Lapas, Dwi. (rna/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads