"Warga masih bertahan sambil menunggu kabar positif buat kami," ujar salah seorang warga, Roni di lokasi, TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (19/12/2015).
Koordinator warga bernama Mayor (Purn) Syamsudin sudah mengirim pesan singkat ke Menkopolhukam Luhut Pandjaitan. Mereka pun masih berharap Menkopolhukam bakal turun tangan agar rencana eksekusi pemukiman mereka tidak jadi dilakukan pada Minggu (20/12) dini hari nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hujan deras mengguyur TMP Kalibata malam ini. Puluhan warga yang sebelumnya berada di areal dalam makam kemudian bubar. Hanya saja, belasan warga masih bertahan di pos satpam TMP Kalibata.
Sementara itu, Kapolsek Pancoran, Kompol Aswin mengatakan sebagian warga sudah keluar dari kompleks makam.
"Sebagian warga sudah keluar karena hujan lebat," ujar Aswin di lokasi.
Pantauan detikcom sebagian warga masih bertahan di pos satpam untuk berteduh. Bahkan sebelumnya warga sempat menunaikan ibadah Salat Magrib areal pemakaman.
Warga Zeni Mampang tetap bertahan hingga perwakilan Kodam Jaya menemui mereka. Hal itu dilakukan agar warga bisa berunding sehingga rencana penggusuran Minggu (20/12) dini hari nanti urung dilakukan.
Warga yang berusaha membongkar makam pahlawan ini terancam digusur. Rumah mereka di Kompleks Zeni Mampang Prapatan rencananya bakal digusur Minggu (20/12) pukul 03.00 WIB dini hari nanti. Pihak Kodam Jaya-lah yang menurut mereka bakal menggusur hunian itu. Maksud mereka ke TMP Kalibata adalah untuk melancarkan protes penggusuran itu. Inti protes dan keluhan mereka, tentu saja tak ingin penggusuran itu terjadi.
(dnu/dnu)











































