Peristiwa atap roboh itu tejadi di lokasi, pada Sabtu (19/12/2015). Tidak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut. Beruntung siswa sedang berada di luar kelas setelah menerima pemberian rapor pascaujian.
Sebelum kejadian, di ruang guru terdapat empat guru yang sedang beraktivitas. Namun, saat ruangannya ambrol, semua guru yang ada di dalam berhasil menyelamatkan diri. Sekolah yang baru dibangun pada 2009 itu mempunyai siswa sebanyak 80 anak, sedangkan di kelas sendiri ada 12 siswa. Akibat peristiwa itu, kerugian ditaksir mencapai Rp 60 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Asmad, kepala sekolah SDN Taman Sari, sebelumnya tidak ada tanda-tanda, tiba-tiba galvalumnya ambrol. Anehnya, ruang guru dan ruang kelas VI itu, ambrolnya secara bersamaan.
"Saya tidak tahu pasti penyebabnya, padahal tidak ada tanda-tanda sebelumnya, keretakan pada bangunannya pun tidak ada. Mungkin selama dua hari berturut-turut hujan sehingga galvalum tidak kuat menahan beban genteng yang basah," sebut Asmad.
Sementara itu, Rahmad, dari Cabang Dinas Pendidikan, Kecamatan Kraksaan, bersama rombongan langsung meninjau lokasi. Pihaknya akan segera mengusulkan untuk perbaikan ruang guru dan ruang Kelas VI tersebut.
"Sesegera mungkin mas, akan saya usulkan untuk perbaikan, karena ini sangat dibutuhkan. Dan ruang kelas di SDN Taman Sari ini terbatas," tukas Rahmad.
Siswa dan guru berharap agar supaya pihak Dinas Pendidikan segera memperbaiki dua ruangan yang ambrol, karena untuk persiapan siswa masuk sekolah setelah memasuki liburan pendek ini.
(dnu/dnu)











































