Ia adalah Tri Lestari, yang sambil terisak coba membongkar makam ayahnya, Letda (purn) Dardji. Sekitar 20 menit ia mencoba, perempuan berkerudung hitam itu justru jatuh pingsan.
"Buat apa Ayah di sini, ayuk kita pulang," kata Tri sambil memukul-mukul nisan sang ayah sesaat sebelum ia mulai membongkar makam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan pantauan di lokasi pukul 17.20 WIB, Sabtu (19/12/2015), Tri tampak dipeluk sang suami dan berusaha disadarkan. Sementara itu puluhan warga lain masih berada di lokasi untuk melakukan protes.
Mereka berencana membongkar lima makam. Mereka datang sekitar pukul 15.00 WIB. Di antara mereka ada yang membawa pacul, linggis dan keranda.
Aksi ini dipicu oleh rencana eksekusi tanah dan rumah yang selama ini mereka tempati.Β Mereka mendapat informasi, subuh nanti, rumah mereka warga Zeni Mampang akan segera digusur. (rna/mok)











































