Mereka datang sekitar pukul 15.00 WIB, Sabtu (19/12/2015). Jumlahnya mencapai puluhan. Di antara mereka ada yang membawa pacul, linggis dan keranda.
![]() |
"Mohon jangan masuk, mohon jangan masuk," kata salah satu prajurit itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Warga masuk sambil berteriak, "Pacul! ini bapak kami!". Mereka merangsek maju. Anak-anak kecil menangis.
Sambil terus berjalan, mereka terus berteriak, "Lailah haillallah, TNI tidak beradab! Tidak ada kemanusiaan".
![]() |
Seorang patroli Garnisun, Mayor Dasril Zanuar mencoba memberi pengertian bahwa tidak bisa seenaknya membongkar makam para pahlawan. Namun warga tetap bertahan.
Aksi ini dipicu oleh rencana eksekusi tanah dan rumah yang selama ini mereka tempati. Mereka mendapat informasi, subuh nanti, rumah mereka warga Zeni Mampang akan segera digusur. (mok/dra)














































