"Bisa dipastikan, Jakarta Timur, Selatan, semua rata-rata enggak ada yang jalan sekarang ini. Semua sudah merata," kata Dirut PT Metromini, Nofrialdi saat ditanyakan mengenai aksi mogok Metromini, Sabtu (19/12/2015).
Nofrialdi menyebut razia petugas Dishub kerap dilakukan tanpa prosedur. Para sopir Metromini menurutnya selalu dicari-cari kesalahannya saat diperiksa petugas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, Pemprov DKI tak bisa langsung mengandangkan armada. Sebab Pemprov disebut tidak memberikan solusi. "Aturan (batas masa operasional kendaraan) bisa diberlakukan kalau ada armada pengganti. Sendainya mogok operasi Kopaja Metromini Koantas Bima bisa geger ini di masyarakat," imbuh Nofrialdi.
Dari 1.600 armada Metromini yang beroperasi, Nofrialdi menyebut ada 200 Metromini yang dikandangkan petugas. Dia bercerita soal 4 Metromini 07 Senen-Semper yang langsung dikandangkan dalam satu hari.
Â
"Ini mata pencaharian orang, satu mobil minimal 10 orang yang menggantung kehidupan. Kalau memang (armada) tidak layak tentu tidak lolos Kir, sementara surat Kir ada, buku Kir ada. Pemprov harus cari solusinya," ujar dia.
Nofrialdi menegaska Metromini sudah siap dengan program terintegrasi bus TransJakarta. Tidak ada kubu-kubu di Metromini yang berbeda pendapat soal program integrasi tersebut.
(Baca juga: Dirut TransJ: Metromini Belum Tertarik Gabung Kami, Masih Pelajari Rp/Km)
"Kalau program tergabung dengan Transj Metromini siap 1.000 persen," katanya.
Â
Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Kadishubtrans) DKI Andri Yansyah menyebut pihaknya sampai dengan saat ini sudah mengandangkan 189 bus Metromini.
Andri memang menegaskan penertiban terhadap angkutan umum akan terus dilakukan. Keselamatan dan kenyamanan penumpang harus jadi prioritas dalam layanan transportasi publik. ""Kita tetap lakukan penertiban secara terus menerus," ujarnya.
(fdn/dra)











































