Pelatihan di Lapas Jadi Sumber Kreativitas dan Pendapatan Para Napi

Pelatihan di Lapas Jadi Sumber Kreativitas dan Pendapatan Para Napi

Rini Friastuti - detikNews
Sabtu, 19 Des 2015 13:45 WIB
Pelatihan di Lapas Jadi Sumber Kreativitas dan Pendapatan Para Napi
Foto: Rini Friastuti/detikcom
Jakarta - Kementerian Hukum dan HAM menyelenggarakan Festival Napi Berkebun untuk menampilkan hasil pertanian dan perkebunan hasil kreativitas Napi binaan se-Indonesia. Walau harus terkurung di bui dan tak bisa hidup di tengah masyarakat, para Napi ini tak patah semangat untuk memberikan kontribusinya khususnya di bidang pertanian dan perkebunan.

Tak tanggung-tanggung, hasil pertanian seperti beras dan sayuran bahkan bisa mereka perjual belikan ke pasar-pasar sekitar. Jadi, tak hanya dilatih mandiri, pelatihan keterampilan ini menghasilkan sumber pendapatan bagi para napi.

Divisi Pemasyarakatan Sulawesi Utara salah satu contohnya. Memiliki 6 Lapas, 2 Rutan dan 5 Cabang Rutan, lembaga pemasyarakatan tersebut rupanya telah melakukan kegiatan pertanian dan bercocok tanam sejak lama. Para napi yang terpilih akan diberikan pelatihan bertani serta berkebun.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di divisi pemasyarakatan Sulawesi Utara, kita memiliki lahan lebih kurang 2 hektar untuk pertanian. Hasinya lumayan, bisa sampai beberapa ton, dan dijual ke masyarakat," ujar Lucas Soelistyoadi, Kasubid Binkemas Latihan Kerja dan Produksi, Divisi Pemasyarakatan Sulawesi Utara kepada detikcom di lokasi Festival Napi Berkebun, Sabtu (19/12/2015).

Semua lahan kosong yang ada di rutan Sulawesi Utara, menurut Lucas, dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dan perkebunan. Selain padi, ada juga kebun jagung, cabe, serta pelatihan untuk membuat pupuk organik dari sampah.


"Hasil penjualannya, sesuai peraturan ada yang disetor ke kas negara, ada yang diberika ke mereka tentunya. Keuntungannya bagi Napi adalah mereka dibina, sehingga mereka mendapatkan bekal keterampilan. Nantinya ketika sudah keluar, mereka tidak canggung lagi berbaur dengan masyarakat," jelas dia.

Di divisi pemasyarakatan Sulawesi Utara, tak hanya pertanian dan perkebunan, namun juga ada pelatihan untuk kerajinan tangan seperti membuat miniatur rumah adat dari kayu kelapa, dan lain sebagainya.

"Ada pelatihan pertukangan juga di semua rutan dan lapas di Sulawesi Utara, seperti kerajinan membuat tempat tisu dari kayu limbah, pigura, papan nama. Hasilnya telah dijual keluar, kami bahkan pernah ikut pameran Inacraft di Jakarta beberapa waktu lalu dan animo masyarakat rupanya positif," jelas Lucas.

Reaksi positif dari masyarakat itulah yang membuat semua lembaga pemasyarakatan optimis bahwa Napi binaannya tak akan terlantar di tengah masyarakat ketika bebas nanti. "Yang penting mereka memang niat untuk hidup dengan baik, mereka sudah diberikan keterampilan, semoga nanti ketika keluar, mereka bisa menjadi manusia yang berguna," harapnya. (rni/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads