"Patut diketahui, kami Kemenkes harus mengobati dan memberikan obat kepada pengidap HIV/AIDS, sedangkan obat AIDS sendiri mahal. Kalau pemerintah hanya mengobati AIDS bisa habis uangnya karena itu pencegahan jauh lebih baik," kata Menkes dalam sambutan peringatan AIDS sedunia di Gedung Prof Sujudi, Kemenkes, Jakarta Selatan, Sabtu (19/12/2015).
Dia mengisahkan penderita HIV/AIDS yang berada di dalam penjara. Mayoritas penderita HIV/AIDS akibat penyalahgunaan narkoba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya TBC, penyakit Hepatitis juga menghantui pengguna narkoba di dalam penjara. Bahkan hampir 60% mereka semua memiliki perawakan yang rupawan. "Sebagian mereka ada yang memegang saya, 'Tolong kami, tolong keluarkan kami dari sini'. Ini cerita nyata ketika saya kunjungan ke penjara peringatan HIV/AIDS tahun lalu," ungkapnya.
Menkes sudah mengkordinasikan ke Menkum HAM terkait permasalahan pengguna narkoba di dalam penjara. "Saya ingat sekali apa yang diajarkan Pak Arief Rahman memakai narkoba lekat kelakuan butuk, mulai mencuri, merampok hingga perilaku seks bebas. Fenomena AIDS ibarat gunung es, yang terlihat hanya pucuknya saja, tapi di bawah itu besar," pungkasnya. (edo/aan)











































