Polisi Akan Periksa Lift Perusahaan Lain yang Dirawat PT Eltek

Polisi Akan Periksa Lift Perusahaan Lain yang Dirawat PT Eltek

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Sabtu, 19 Des 2015 08:16 WIB
Polisi Akan Periksa Lift Perusahaan Lain yang Dirawat PT Eltek
Foto: Jabbar Ramdhani/detikcom
Jakarta - Polisi menetapkan tiga orang tersangka atas jatuhnya lift di Wisma Nestle di Perkantoran Hijau Arkadia. Polisi juga membuka kemungkinan memeriksa lift di perusahaan lain yang diperiksa dan dirawat oleh PT Eltek Indonutama.

"Ya tidak menutup kemungkinan. Kita akan periksa perusahaan lain, yang liftnya diperiksa dan dirawat oleh PT Eltek Indonutama, karena tugas polisi itu juga mencegah kejadian agar tidak terulang lagi," kata Kasat Reskrim Polres Jaksel, AKBP Audie Latuheru saat dihubungi detikcom, Jumat (18/12/2015).

PT Eltek Indonutama merupakan perusahaan yang bertugas memperbaiki dan merawat lift. Perusahaan itu juga tidak memperpanjang SK Penunjukan Perusahaan Jasa Teknik Instalatir Lift yang dikeluarkan oleh Dirjen P2K3 yang izinnya  mati sejak 18 Februari 2010.

Terkait hal itu polisi akan melakukan pendalaman setelah pengungkapan kasus ini selesai. "Tapi fokus dulu ke pengungkapan kasus ini, karena masih belum sempurna dan belum selesai penyelidikannya," sambung Audie.

Ketiga tersangka yaitu SF dan HR tidak memiliki izin operasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 Permenakertrans RI Nomor: PER.03/MEN/1999 tentang syarat keselamatan dan kesehatan kerja lift untuk pengangkut orang dan barang.

Sementara SM Direktur Utama PT Eltek Indonutama, ditetapkan sebagai tersangka karena menandatangani surat tugas untuk SF dan HR yang tak memiliki izin.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 359 dan 360 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun.

Lift privat Nestle yang melayani lantai 7 hingga 3 di Perkantoran Hijau Arkadia anjlok pada Kamis (10/12/2015). Dua karyawan Nestle tewas yakni sales training Diah Setyoningrum (26) dan Kiagoes Rio Meristiwa (33) yang merupakan tenaga profesional Nestle. Sementara korban luka yakni Abdul Rahman, petugas cleaning service. (adit/fdn)


Berita Terkait