SBY Minta Fenomena Ba'asyir Tidak Merembet Kemana-mana

SBY Minta Fenomena Ba'asyir Tidak Merembet Kemana-mana

- detikNews
Jumat, 04 Mar 2005 18:28 WIB
Jakarta - Presiden SBY menilai Abu Bakar Ba'asyir merupakan fenomena nasional dan internasional. Sehingga diperlukan kondisi cukup agar tidak merembet kemana-mana."Presiden sampaikan bahwa fenomena Ustad Abu pasti akan jadi fenomena nasional dan internasional. Sehingga diperlukan kondisi yang cukup agar fenomena tersebut tidak merembet kemana-mana, tidak ada elaborasi," ungkap Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi.Hal itu disampaikan dia menjawab pertanyaan wartawan usai menyertai Rais Am PBNU KH Sahal Mahfud menemui SBY di Kantor Presiden jalan Medan Merdeka Utara Jakarta Pusat, Jumat (4/3/2005).Meski demikian Hasyim menegaskan kalau soal Ba'asyir tidak disinggung dalam pertemuan tadi. "Kalau disinggung sih tidak. Kita tidak mendiskusikan masalah tersebut karena memang tidak dalam kapasitas kami untuk memasuki daerah hukum," ujarnya.Secara pribadi Hasyim berpendapat mengenai vonis Ba'asyir. Dirinya sudah berkali-kali mengatakan kepada negara-negara barat mengenai beda antara negara barat dengan Indonesia dalam menangani terorisme.Dijelaskan dia, komitmen Islam dan kebangsaan Indonesia adalah semua kejahatan baik kriminal, politik atau terorisme harus berhadapan dengan hukum."Karenanya saya harapkan negara-negara barat tidak mencampuri proses hukum itu. Ini bedanya Indonesia dengan yang lainnya. Di negara lain, teror selalu digasak dengan teror. Akhirnya ada dua teror di situ. Indonesia satu-satunya negara yang setahu saya memberesi terorisme melalui hukum formal. Upaya itu harus dihargai, termasuk oleh negara-negara barat," urai Hasyim.Islamic ScholarMengenai pertemuan antara dirinya dan Sahal dengan SBY, Hasyim menuturkan kalau Sahal melaporkan kepada SBY tentang akan dibentuknya International Conference of Islamic Scholar.Organisasi itu, dijelaskan dia, sebagai sebuah jaringan internasional yang beranggotakan ulama dan cendikiawan Islam dari negara-negara anggota OKI."Organisasi tersebut dibentuk untuk meng-counter opini dunia barat yang tidak proporsional terhadap Islam. NU akan berperan aktif dalam lembaga tersebut," kata Hasyim. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads