Novanto memang diberikan kesempatan untuk menyampaikan pidato perpisahan terkait pengunduran dirinya sebagai Ketua DPR. Saat dipersilakan maju naik podium oleh pimpinan paripurna, tepuk tangan aplaus diberikan anggota dewan yang hadir.
Dengan tenang sambil tersenyum, Novanto berdiri di podium paripurna. Awal pidato, dia menyampaikan dinamika politik yang terjadi di lembaga yang pernah dipimpinnya. Ia menyampaikan permohonan maaf dan bisa berharap lebih baik untuk DPR dan negara ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ini Pidato Pengunduran Diri Novanto Sebagai Ketua DPR
Dalam pidatonya, ia mengatakan tujuan pembangunan parlemen modern yang menciptakan transparansi dan akuntabilitas lembaga legislatif. Novanto pun menyebut 'keberhasilan' DPR yang bisa menambah staf khusus, badan keahlian DPR, sampai staf khusus pimpinan DPR RI.
Meski sudah menjadi anggota, dia berharap DPR bisa bekerjasama dengan baik dengan lembaga negara lain.
"Terimakasih pada rekan-rekan anggota dewan dan pimpinan dewan. Saya akan tetap berada di sini sebagai anggota dewan untuk terus berjuang demi kepentingan rakyat Indonesia," tuturnya.
Sebelum penutupan pidato, Novanto menyampaikan harapannya agar kejadian yang menimpanya tak terjadi pada anggota dewan lain. Dengan suara berat dan bergetar, dia mengingatkan tanggungjawabnya sebagai pimpinan tertinggi lembaga legislatif.
"Mudah-mudahan ini hanya terjadi pada saya, tidak terjadi pada anggota lainnya. Sekali lagi apa yang saya lakukan akan saya pertanggungjawabkan kepada seluruh rakyat dan seluruh anggota DPR, dan Allah SWT," ujar Novanto dengan terbata-bata.
Selesai pidato, tepuk tangan applaus mengalir untuk Novanto. Sebagian anggota dewan di paripurna memberi penghormatan dengan bertepuk tangan sambil berdiri. (hat/fdn)











































