Pro Kontra: 96% Pembaca detikcom Setuju Metromini Tak Layak Jadi Angkutan

Pro Kontra: 96% Pembaca detikcom Setuju Metromini Tak Layak Jadi Angkutan

Nograhany Widhi K - detikNews
Jumat, 18 Des 2015 11:08 WIB
Pro Kontra: 96% Pembaca detikcom Setuju Metromini Tak Layak Jadi Angkutan
Foto: detikcom
Jakarta - Apakah Metromini masih layak ditoleransi menjadi angkutan umum? Mayoritas pembaca detikcom ternyata menjawab tidak layak.

Hal itu tergambar rubrik "Pro Kontra" detikcom yang menyertakan pendapat pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, yang menyebut Metromini sebenarnya tidak layak disebut sebagai angkutan umum. Aksi ugal-ugalan Metromini tidak bisa ditoleransi lagi.

Sejak diunggah pada 7 Desember 2015 hingga ditutup pada 18 Desember 2015, ada 55 pembaca detikcom yang ikut serta menyuarakan pendapatnya melalui rubrik "Pro Kontra". Hasilnya, mayoritas pembaca detikcom, yakni 96% atau sebanyak 53 pembaca setuju bahwa "Metromini sebenarnya tidak layak disebut sebagai angkutan umum. Oleh karena itu aksi ugal-ugalan Metromini tidak bisa ditoleransi lagi".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hah katanya Go-Jek dilarang. Tapi kalau angkutan umum yang di-"izin"-kan sama Kemenhubnya aja seperti ini? Mau gimana lagi. Jangan salahkan kami jika lebih memilih Go-Jek walaupun dilarang," demikian pendapat pembaca yang memiliki akun detikconnect, Martin Fauzi.

"Masyarakat pengguna terpaksa, masalahnya tidak tersedianya angkutan di ibukota yang lebih baik," kata Joko Pratomo, pembaca lain.

"GOJEK LEBIH AMAN DARI METROMINI..." tulis Andono Santya B.

Soal pelayanan Metro Mini yang parah juga dikeluhkan para pembaca seperti berikut:

"Sudah tak layak untuk manusia, juga bikin polusi, biang macet, sarang kriminal, kecelakaan dimana2, ini sudah tahun berapa, sdh seharusnya angkutan yang tua renta dan tak layak beroperasi, harus diganti dengan yang manusiawi, Pemerintah jangan DKI dan pusat jangan pura-2 tidak mendengar dan tidak melihat selama ini," tulis pembaca bernama Jong Os.

"Ngga layak sama sekali, sopir ugal-ugalan, suka ngetem tanpa aturan, pintu selalu terbuka, kadang over capacity. Karena menyangkut keselamatan dan bermanfaat untuk masyarakat banyak, selayaknya pemda take over, dibuat nyaman, AC, supir sistem gaji bulanan, dan tarif disubsidi kayak busway. Untuk rute yang lewat jalur busway, sebaiknya lewat jalur busway kayak kopaja AC," demikian diungkapkan pembaca dengan nama Peace.

Sedangkan pembaca yang tak setuju bahwa Metro mini tidak layak disebut sebagai angkutan umum, diungkapkan 2 pembaca.

"Saya kurang setuju dengan statement ini..Ingat.. METROMINI sendiri MEMANG DIADAKAN SEBAGAI ANGKUTAN UMUM..NAMUN, PERILAKU dari PENGENDARA / SOPIR -nya lah YANG BERMASALAH. Jadi, SAYA TIDAK SETUJU DENGAN STATEMENT "METROMINI TIDAK LAYAK DISEBUT SEBAGAI ANGKUTAN UMUM"," tulis Arneldi Walfrets.

"Sediakan dulu moda transportrasi yang baik baru dihapus metromini," kata Huda Yoo.

Nah, silakan menyuarakan suara Anda dalam program "Pro Kontra" yang diunggah 18 Desember 2015 ini dengan tema "Kemenhub Larang Uber hingga Go-Jek dan Semacamnya, Pro atau Kontra?".
Halaman 2 dari 1
(nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads