"Siapa bilang enggak ada sosialisasi? Semua pasar ditempelin kok, semua tahu. Bukan pengawasannya kurang. Ini mesti dicek di bank, kan (siswa yang menerima KJP ada) 500 ribu orang lebih dan kita sudah random check. Kita sudah tahu yang mencairkan," ujar Ahok saat ditanya perihal banyaknya orang tua siswa yang mencairkan dana KJP di toko di Gedung DPRD, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (17/12/2015).
Ahok mengaku tidak akan tinggal diam. Pihaknya kini mengumpulkan bukti-bukti untuk melaporkannya ke pihak kepolisian agar tidak ada lagi orang yang nekat mencairkan dana KJP di atm bersama seperti dulu di SPBU, tempat karaoke dan lain sebagainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok bahkan akan mencatat toko-toko yang melayani pencairan dana KJP. Tak tanggung-tanggung, dirinya juga mengancam akan menutup usaha mereka.
"Toko-toko juga akan kita tutup!" tutup Ahok.
Pemprov DKI selama ini sudah melakukan pengetatan prosedur pencairan dana KJP pasca banyaknya dana KJP yang disalahgunakan oleh orang tua murid. Sekarang, kartu tersebut tidak bisa lagi digunakan pada mesin Electronic Data Capture (EDC) berlogo Prima atau ATM Bersama sehingga tak sembarang ATM bisa mencairkan. (aws/mnb)











































