Ahok Ancam Tutup dan Lapor Polisi Toko yang Cairkan Dana KJP

Ahok Ancam Tutup dan Lapor Polisi Toko yang Cairkan Dana KJP

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Kamis, 17 Des 2015 20:21 WIB
Ahok Ancam Tutup dan Lapor Polisi Toko yang Cairkan Dana KJP
Foto: Istimewa/dok Pemprov DKI
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama tampak terkejut saat mendengar ada sejumlah toko di Pasar Koja Baru, Jakut yang mencairkan dana Kartu Jakarta Pintar (KJP). Pria yang biasa dipanggil Ahok ini seakan tak percaya karena sosialisasi KJP sudah sering dilakukan.

"Siapa bilang enggak ada sosialisasi? Semua pasar ditempelin kok, semua tahu. Bukan pengawasannya kurang. Ini mesti dicek di bank, kan (siswa yang menerima KJP ada) 500 ribu orang lebih dan kita sudah random check. Kita sudah tahu yang mencairkan," ujar Ahok saat ditanya perihal banyaknya orang tua siswa yang mencairkan dana KJP di toko di Gedung DPRD, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (17/12/2015).

Ahok mengaku tidak akan tinggal diam. Pihaknya kini mengumpulkan bukti-bukti untuk melaporkannya ke pihak kepolisian agar tidak ada lagi orang yang nekat mencairkan dana KJP di atm bersama seperti dulu di SPBU, tempat karaoke dan lain sebagainya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dulu kan kita tahu ada yang karaoke, kita lagi nungguin bukti yang cukup buat lapor ke polisi," sambungnya.

Ahok bahkan akan mencatat toko-toko yang melayani pencairan dana KJP. Tak tanggung-tanggung, dirinya juga mengancam akan menutup usaha mereka.

"Toko-toko juga akan kita tutup!" tutup Ahok.

Pemprov DKI selama ini sudah melakukan pengetatan prosedur pencairan dana KJP pasca banyaknya dana KJP yang disalahgunakan oleh orang tua murid. Sekarang, kartu tersebut tidak bisa lagi digunakan pada mesin Electronic Data Capture (EDC) berlogo Prima atau ATM Bersama sehingga tak sembarang ATM bisa mencairkan. (aws/mnb)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads