Dubes Palestina: Kami Optimistis Bisa Damai dan Merdeka Suatu Saat Nanti

Dubes Palestina: Kami Optimistis Bisa Damai dan Merdeka Suatu Saat Nanti

Wisnu Prasetiyo - detikNews
Kamis, 17 Des 2015 18:56 WIB
Dubes Palestina: Kami Optimistis Bisa Damai dan Merdeka Suatu Saat Nanti
Foto: REUTERS/Abdelrahman Younis
Jakarta - Palestina telah lama memperjuangkannya kemerdekaannya. Sejak 20 tahun lalu, seperti apa yang termaktub dalam "Oslo Agreement", ketika dunia internasional telah sepakat untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan mengecam segala bentuk militerisme Israel.

"Poin-poin yang tertera dalam Oslo Agreement lebih dari 20 tahun yang lalu tidak pernah terealisasi, keadaan Palestina semakin hari semakin buruk. Diskusi dan negosiasi dengan Israel selalu menemukan deadlock. Mereka menolak Palestine sebagai sebuah united nations," ungkap Riyadh Mansour, Dubes Palestina untuk Indonesia dalam diskusi yang diselenggarakan CDCC (Center for Dialogue and Cooperation among Civilisation), Jalan Kemiri No 24, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (17/12/2015).

Hal yang kemudian sangat membuat dunia internasional murka adalah, ketika militer Israel membatasi warga Palestina ketika ingin beribadah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Extremis Israel mereka membagi waktu untuk penggunaan mesjid Al Aqsa, kami dibatasi untuk beribadah. Padahal di tempat lain bisa terjadi satu sama lain kaum Muslim, Kristiani, dan Yahudi beribadah dengan baik dan tidak saling menjatuhkan dan melarang," lanjut Riyadh.

Kemudian Riyadh secara khusus menyebut bahwa warga Palestina ingin sekali seperti Indonesia, dapat hidup harmonis dan umat dari agama manapun dapat tenang dalam beribadah.

"Apabila umat Islam dari belahan dunia lain, seperti Mesir, Saudi Arabia , dan sebagainya ingin beribadah di negara Anda (Indonesia), mereka bisa beribadah dengan aman, mereka diterima baik di sini. Itu yang kami inginkan terjadi di Palestina, tidak ada militerisme, apalagi penjagaan ketika orang Palestina ingin beribadah," tuturnya

Ia mengemukakan optimismenya, bahwa apa yang dilakukan Israel hingga hari ini bisa berakhir suatu saat nanti dan rakyat Palestina bisa menikmati kemerdekaan.

"Diserang dan ditembaki oleh militer Israel, dari yang muda hingga yang tua, 20, 30, 40, 50, 60. Tidak hanya laki laki tapi juga perempuan. Kami menolak tegas perilaku Israel yang resisten terhadap warga Palestina. Mereka ingin eksistensi Palestina hilang dan hal itu sampai kapanpun tidak akan terjadi bagi saya. Saya tetap optimis kami bisa hidup damai dan merdeka suatu saat nanti," pungkasnya.
Halaman 2 dari 1
(nwk/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads