"Saya berharap DPR melalui Komisi III DPR bisa mendengar masukan publik terkait dengan beberapa Capim yang berpotensi melemahkan KPK dan agenda pemberantasan korupsi di Indonesia," terang Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar, Kamis (17/12/2015).
Dahnil menjelaskan, dia mendorong agar proses pemilihan Capim KPK dilakukan dengan terbuka. Ini dilakukan agar publik bisa tahu siapa wakil mereka yang benar komit dan serius memilih calon pimpinan KPK yang terbaik untuk masa depan pemberantasan korupsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan itu adalah representasi dari suara partai politik mereka," tambahnya.
10 Capim yang akan dipilih itu adalah Sujanarko, Alexander Marwata, Johan Budi, Saut Situmorang, Surya Tjandra, Basaria Panjaitan, Agus Rahardjo, Laode M Syarif, Busyro Muqoddas, dan Robby Arya Brata. (dra/dra)











































