NasDem Minta PKS Copot Fahri Hamzah dari Pimpinan DPR

NasDem Minta PKS Copot Fahri Hamzah dari Pimpinan DPR

M Iqbal - detikNews
Kamis, 17 Des 2015 16:39 WIB
NasDem Minta PKS Copot Fahri Hamzah dari Pimpinan DPR
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Pengunduran diri Setya Novanto dari ketua DPR belum menuntaskan masalah. Kali ini kursi Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang digoyang. Adalah Fraksi NasDem yang serius meminta Fahri Hamzah dicopot dari pimpinan DPR.

"Kami meminta segera tarik Fahri Hamzah dari pimpinan DPR. Kalau tidak mau, kami yang minta dia mundur seperti yang kami lakukan terhadap Setya Novanto," ucap politisi NasDem Taufiqulhadi di gedung DPR, Jakarta, Kamis (17/12/2015).

Baca juga: Akbar Faizal Disingkirkan dari MKD DPR, Surat Ditandatangani Fahri Hamzah

Taufiq yang juga inisiator #SaveDPR untuk melengserkan Novanto itu, menyebut Fahri melanggar etika karena menggunakan jabatan untuk menonaktifkan Akbar Faisal di MKD jelang putusan Novanto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Keheranan Akbar ke Pimpinan DPR: Ridwan Bae Cs Dilaporkan ke MKD Tapi Tak Diproses

Penonaktifan itu menindaklanjuti surat Ridwan Bae kepada pimpinan DPR dan MKD karena Akbar dianggap melanggar etik membuka informasi internal MKD. Sementara surat Akbar yang juga melaporkan Bae tak diproses Fahri.

"Dia tandatangani surat penonaktifan (Akbar Faizal), itu pelanggaran etiknya. Karena dia tandatangani sendiri tanpa dirapatkan pimpinan," ujar anggota komisi III DPR itu.

"Bagaimana kita tahu Akbar melanggar kode etik, apakah MKD pernah sidangkan Akbar? Kan tidak pernah. Tapi dia tandatangan," imbuhnya.

Taufiq juga mengingatkan Fahri Hamzah pernah terbukti melanggar etika dan dikenakan sanksi ringan soal pernyataan 'rada-rada bloon'. Karena itu, menurut Taufiq Fahri sudah seharusnya dicopot.

Baca juga: Kasus 'Rada-rada Bloon', MKD Cuma Tegur Fahri Hamzah

"Sudah ada peringatan etika terkait 'anggota DPR bloon', dan (pelanggaran etika) itu akan terus menerus dilakukan. Karena itu segera tarik Fahri Hamzah!" tegasnya.

(bal/van)


Berita Terkait