Populerkan Sepeda Publik, Cara Lain Seoul Atasi Kemacetan

Laporan dari Korsel

Populerkan Sepeda Publik, Cara Lain Seoul Atasi Kemacetan

Muchus Budi R. - detikNews
Kamis, 17 Des 2015 16:24 WIB
Populerkan Sepeda Publik, Cara Lain Seoul Atasi Kemacetan
Foto: Muchus Budi R/detikcom
Seoul - Selain memantau kondisi lalu lintas dari pusat keamanan digital dan integrasi transportasi umum, Seoul punya cara lain untuk mengatasi kemacetan. Yakni mempopulerkan sepeda publik. Bagaimana penerapannya?

Sepeda publik diparkir di kawasan-kawasan dekat apartemen, perkantoran, pusat perbelanjaan, taman dan tempat titik kumpul warga lainnya. Dari 21 distrik yang ada di Kota Seoul, Distrik Seocho dikenal sebagai yang paling sukses dalam sosialisasi rental sepeda publik.

Siapapun bisa menyewa sepeda publik dengan setelah mencatatkan kartu identitasnya pada mesin khusus yang berada di setang sepeda. Harga sewanya seribu won per jam. Setelah menyewa lebih dari satu jam akan kena biaya seribu won per 30 menit. Pembayarannya bisa dengan T-Money atau kartu kredit. Dari satu lokasi parkir, warga bisa meletakkan sepeda pubik itu ke tempat parkir lain yang dituju.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

(Foto: Muchus BR/detikcom)

"Penggunanya terus meningkat. Orang yang hendak berbelanja misalnya, tinggal mengambil sepeda dari tempat tempat parkir di dekat pemukimannya, lalu membayar biaya sewa dan menaruhnya di lokasi parkir dekat mall. Itu sudah sekali sewa. Kebijakan ini sangat ramah lingkungan. Sedangkan kelebihannya bisa disewa kapan saja, dimana saja, oleh siapa dengan aman dan nyaman di jalur-jalur sempit sekalipun. Di Distrik (Kecamatan) Seocho ini saja sudah ada 15 stasiun. Ke depan akan ditambah lagi 235 unit sepeda," kata Lee Myeong Mee, Kepala Tim Bagian Perhubungan Distrik Seocho, Seoul, kepada rombongan jurnalis Indonesia.

Baca: Begini Strategi Seoul Atasi Kemacetan, Bisakah Diterapkan Jakarta?

Sistem terpadu, terintegrasi, terus mencari terobosan alternatif serta penegakan hukum yang ketat tersebut diyakini oleh Pemkot Seoul sebagai cara paling tepat untuk menjaga kelancaran dan ketertiban lalu-lintas umum. Mereka yakin tidak diperlukan lagi penambahan jalan raya, apalagi jalan layang, untuk mengurai kemacetan.

Bahkan Pemkot Seoul sejak 13 Desember lalu telah menutup penggunaan jalan layang di dekat Stasiun Seoul. Jalan tersebut selanjutnya akan diubah menjadi taman kota. Diproyeksikan warga akan bisa menggunakannya sebagai tempat berkumpul di bekas badan jalan sepanjang 938 meter tersebut. Disebut sebagai '7017 Project' artinya jalan tersebut dibangun pada 1970 dan akan selesai atau berubah fungsi sebagai taman kota pada 2017 mendatang. (mbr/try)


Berita Terkait