Menlu dan Menhan Indonesia-Jepang Samakan Visi Soal Laut China Selatan

Tokyo 2+2 Meeting

Menlu dan Menhan Indonesia-Jepang Samakan Visi Soal Laut China Selatan

Ahmad Toriq - detikNews
Kamis, 17 Des 2015 15:39 WIB
Menlu dan Menhan Indonesia-Jepang Samakan Visi Soal Laut China Selatan
Menlu Retno di 2+2 Meeting (Foto: Ahmad Toriq/detikcom)
Tokyo - Pertemuan bersejarah 2+2 Meeting antara Menlu dan Menhan Indonesia-Jepang digelar di Tokyo, Jepang. Sejarah tercipta, pertama kalinya dua menteri dari kedua negara bertemu dalam satu forum pertemuan.

Pertemuan digelar di The New Otani Hotel, Akusaka, Tokyo, Kamis (17/12/2015). Menlu Retno LP Marsudi dan Menhan Ryamizard Ryacudu duduk bersama Menlu Jepang Fumio Kishida dan Menhan Jepang Gen Nakatani dalam satu ruangan (sebelumnya ditulis dalam pertemuan terpisah-red). Bagian awal pertemuan ini dibuka untuk media.

Menlu Jepang Fumio Kishida membuka pertemuan dengan mengapresiasi kedatangan Retno dan Ryamizard. Dia mengatakan pertemuan tersebut bersejarah, karena untuk pertama kalinya 2 menteri dari Jepang bertemu sekaligus dengan 2 menteri dari negara ASEAN.
Suasana pertemuan 2+2 Meeting di Tokyo (Ahmad Toriq/detikcom)
"Jepang dan Indonesia adalah negara maritim dan mitra strategis dengan nilai-nilai yang sama, yaitu demokrasi dan supremasi hukum. Kerja sama kelautan dan perikanan yang bisa menjaga perdamaian dan kemakmuran di kawasan dan juga di dunia internasional," ujar Fumio.

Fumio melanjutkan sambutannya dengan harapan hubungan kedua negara makin erat setelah pertemuan ini. Dia juga berharap Jepang dan Indonesia dapat meningkatkan kerja sama di berbagai bidang, khususnya untuk menangani terorisme.

"Tahun ini ada beberapa kasus teror di dunia. Saya kan mendiskusikan masalah pemberantasan terorisme juga," tuturnya.

Kemudian giliran bicara diberikan kepada Menhan Jepang Gen Nakatani. Dia juga memulai dengan apresiasi terhadap kedatangan Retno dan Ryamizard, lalu membahas soal kemungkinan kedua negara bekerja sama terkait konflik Laut China Selatan.

"Pertemuan ini merupakan pertemuan simbolis untuk meningkatkan kerja sama pertahanan Indonesia dan negara-negara ASEAN dalam memelihara perdamaian dan kawasan. Lalu kita akan membicarakan masalah Laut China Selatan," ujar Nakatani.
Suasana hangat antar kedua negara di 2+2 Meeting (Ahmad Toriq/detikcom)
Setelah Nakatani, kesempatan bicara kemudian diberikan kepada Menlu Retno. Eks Dubes Belanda ini menekankan Indonesia siap bekerja sama dengan Jepang menjaga perdamaian di kawasan Asia.

"Indonesia dan Jepang adalah dua negara besar di kawasan, oleh karena itu kita semua memiliki tanggung jawab menjaga perdamaian dan keamanan di kawasan. Saya berharap bahwa pertemuan 2+2 meeting ini tidak hanya mempererat hubungan Jepang-Indonesia, tapi juga membawa dampak positif bagi keamanan dan perdamaian di kawasan," ujar Retno.

Retno lalu menjelaskan soal isu utama yang dibawanya dalam pertemuan 2+2 meeting ini, yaitu soal kerja sama maritim Indonesia-Jepang. Indonesia berharap kerja sama maritim dengan Jepang bisa diperkuat.

"Jepang adalah negara observasi di Indian Ocean Rim Association (IORA). Indonesia adalah ketua IORA untuk tahun 2015-2017. Oleh karena itu, Indonesia mengajak Jepang untuk melaksanakan kerja sama di bidang maritim untuk konteks IORA," ujar Retno.

Giliran bicara kemudian diberikan ke Menhan Ryamizard, yang membeberkan soal pertemuannya dengan Menhan Jepang Gen Nakatani beberapa waktu lalu di Indonesia. Ryamizard menuturkan sudah ada pembicaraan awal soal kerja sama pertahanan kedua negara, dan diharapkan ada tindak lanjut di pertemuan hari ini.

"Sebelum pertemuan ini saya dan Menhan Nakatani telah melakukan pertemuan dan sudah membahas banyak kerja sama. Namun masih banyak ruang yang bisa dijajaki bagi kerja sama pertahanan yang sangat menguntungkan, terutama meningkatkan kerja sama pertahanan kedua negara," ujar Ryamizard. (tor/hri)


Berita Terkait