Darmawan Prasodjo, Deputi 1 Kantor Staf Presiden Diperiksa Kejagung

Darmawan Prasodjo, Deputi 1 Kantor Staf Presiden Diperiksa Kejagung

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Kamis, 17 Des 2015 14:43 WIB
Darmawan Prasodjo, Deputi 1 Kantor Staf Presiden Diperiksa Kejagung
Foto: dok detikcom
Jakarta - Kejaksaan Agung telah memeriksa Deputi 1 Kantor Staf Presiden (KSP) Darmawan Prasodjo terkait terkait pemufakatan jahat 'Papa Minta Saham'. Hasil pemeriksaan didapatkan Darmawan tidak ikut terseret dalam kasus itu.

"Sudah tadi pagi, memeriksanya nggak perlu lama-lama, kalau data sudah cukup. (Diperiksa) di sini tadi," ujar Dir Dik Pidsus, Fadli Zumhana di Gedung Jampidsus, Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (17/12/2015).

Darmawan Prasodjo diperiksa penyidik pidana khusus pagi tadi. Terkait kasus pemufakatan jahat ini, Kejaksaan Agung membutuhkan keterangannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena beliau cukup sibuk sekali, dan kami yang butuh informasi sehingga kami menyediakan waktu pagi jam 7 kurang. Tadi sudah lakukan pemeriksaan, karena berjalan lancar cepat sekali karena data-data cukup," sambung Fadli

Fadli mengatakan materi pemeriksaan masih berkaitan proses penyelidikan. Keterangan Darmawan dinilai ada relevansi dalam pemufakatan jahat Setya Novanto dan Rizal Chalid.

"Masih ada relevansinya saya nilai, tetapi masih kita perlu pendalaman lagi. Masih Freeport, masih seputaran itu," paparnya.

Fadli menuturkan sebagai Deputi 1 KSP, Darmawan tidak memiliki peran. Keterangan pria yang disebut Darmo itu hanya untuk memperkaya materi penyelidikan.

"Beliau peran sebagai deputi satu. Tidak berperan langsung hanya kita memperkaya memperbanyak masukan, kita kan selaku penyelidik mencari masukan sebanyak-banyaknya. Dari semua masukan itu tentu kita saring yang sangat-sangat relevan," paparnya.

Tak hanya nama-nama yang disebut dalam rekaman pemufakatan jahat itu. Fadli juga meminta keterangan saksi ahli dalam penyelesaian kasus ini.

"Seperti saat ini tim penyelidik saya sedang berada di Jogja, untuk menambah keyakinan tim penyelidik terhadap dugaan tindak pidana korupsi ini yaitu dari ahli hukum pidana Prof Dr Edi, lalu tim penyelidik saya saat ini ada di Bandung di ITB untuk meyakinkan lagi tentang rekaman itu pembuktian suara suara itu benar, suara siapa. Itu ada ahlinya di sana jadi tim saya ada dua tim di Jogja dan Bandung," pungkasnya.

Nama Darmo muncul pula dalam rekaman 'papa minta saham' yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto, taipan minyak Reza Chalid dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin.

Darmo merupakan Darmawan Prasodjo yang menjabat sebagai Deputi I Kantor Staf Kepresidenan alias anak buah Luhut Panjaitan saat menjabat Kepala Staf Presiden.

Darmawan sekaligus kader dari PDI Perjuangan yang cukup lama bekerja di Amerika Serikat. Darmo meraih gelar master dan doktor dari Texas A&M University, AS. Dia adalah the rising star di industri Migas. (edo/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads