"Dari kemarin kita sudah lakukan razia. Sampai saat ini sudah 189 Metromini yang sudah kita kandangkan bersama dengan angkutan-angkutan umum yang sudah tidak layak, kita kandangkan," ujar Andri di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (17/12/2015).
"Kita tetap lakukan penertiban secara terus menerus biar 'cacing-cacing'nya pada nongol. Benar enggak tuh ada oknum yang bermain? Sampai saat ini kan belum ada. Jadi dari 189 Metromini itu tidak ada yang komplen, makanya kita akan terus lakukan penertiban untuk membuktikan benar enggak ada oknum," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"1 November lalu kita dibantu TNI-Polri, 580 personel. Untuk menepis anggapan ada oknum oknum Dishub, Polri atau TNI,Β kita gandeng POM AL, POL AD dan POM AU juga Propam serta intelnya. Kita mau lihat apa betul (dugaan permainan oknum) yang selama ini disangkakan. Oleh karena itu kita lakukan terus operasi penertiban," terang Andri.
Menyoal banyak sopir tembak yang mengenderai bus-bus umum, Andri menyerahkannya kepada polisi untuk diproses. Sementara, sopir asli akan digugat dan dicabut izin mengemudinya.
Sebelumnya, Andri juga menyatakan sudah ada 1600 bus Metromini yang dicabut trayeknya oleh Dishub. (aws/mnb)











































