"Saya sudah tidak sanggup lagi untuk dipanggil 'yang mulia'. Saya akan minta ke fraksi untuk mundur dari MKD," kata Sudding saat dihubungi, Kamis (17/12/2015).
Sudding mengakui bahwa energinya terkuras selama 1 bulan menangani kasus Novanto. Dia mengungkapkan bagaimana tarik menarik kepentingan sangat terasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hendak lepas dari MKD, Sudding punya pesan untuk lembaga etik ini. Dia menginginkan ada pembenahan ke depannya di MKD.
"Saya berharap orang di MKD melepaskan dari mana dia berasal, melepaskan pertemanan, kedekatan dengan seseorang," ucap Sudding.
"MKD perlu pembenahan, termasuk orang-orang yang ditempatkan di MKD. MKD sebagai alat kelengkapan dewan yang beda dengan yang lain. Itu kenapa badan diubah menjadi mahkamah," tutupnya.
(imk/van)











































