Mundur dari MKD, Sudding: Saya Tak Sanggup Lagi Dipanggil Yang Mulia

Mundur dari MKD, Sudding: Saya Tak Sanggup Lagi Dipanggil Yang Mulia

Indah Mutiara Kami - detikNews
Kamis, 17 Des 2015 12:15 WIB
Mundur dari MKD, Sudding: Saya Tak Sanggup Lagi Dipanggil Yang Mulia
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Anggota Fraksi Hanura Sarifuddin Sudding memutuskan untuk pensiun dari Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) setelah kasus Setya Novanto ditutup. Dia mengaku sudah tidak sanggup lagi dipanggil 'yang mulia'.

"Saya sudah tidak sanggup lagi untuk dipanggil 'yang mulia'. Saya akan minta ke fraksi untuk mundur dari MKD," kata Sudding saat dihubungi, Kamis (17/12/2015).

Sudding mengakui bahwa energinya terkuras selama 1 bulan menangani kasus Novanto. Dia mengungkapkan bagaimana tarik menarik kepentingan sangat terasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menguras energi ketika terjadi perdebatan kusir. Terutama ketika di MKD masih bawa kepentingan tertentu, padahal harusnya lepas dari mana dia berasal, harusnya objektif," ujar anggota Komisi III ini.

Hendak lepas dari MKD, Sudding punya pesan untuk lembaga etik ini. Dia menginginkan ada pembenahan ke depannya di MKD.

"Saya berharap orang di MKD melepaskan dari mana dia berasal, melepaskan pertemanan, kedekatan dengan seseorang," ucap Sudding.

"MKD perlu pembenahan, termasuk orang-orang yang ditempatkan di MKD. MKD sebagai alat kelengkapan dewan yang beda dengan yang lain. Itu kenapa badan diubah menjadi mahkamah," tutupnya.

(imk/van)


Berita Terkait