Novanto Mundur, Priyo: Terlambat, Tapi Lebih Baik Daripada Dimundurkan

Novanto Mundur, Priyo: Terlambat, Tapi Lebih Baik Daripada Dimundurkan

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Kamis, 17 Des 2015 11:14 WIB
Novanto Mundur, Priyo: Terlambat, Tapi Lebih Baik Daripada Dimundurkan
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Setya Novanto mengundurkan diri dari kursi Ketua DPR di detik-detik terakhir sebelum MKD mengambil keputusan final soal pelanggaran etiknya di kasus papa minta saham. Langkah ini dinilai terlambat, namun masih lebih baik ketimbang dimundurkan MKD.

"Meskipun agak terlambat, langkah mundur ini saya secara personal mengapresiasi karena ini satu-satunya jalan yang masih memungkinkan dan ada kesempatan Pak Novanto melakukan langkah yang lebih terhormat karena kalau sampai dimundurkan jauh lebih tidak terhormat," kata Wakil Ketua Umum Golkar hasil Munas Ancol, Priyo Budi Santoso, kepada detikcom, Kamis (17/12/2015).

Terkait siapa sosok pengganti Ketua DPR, menurut Priyo, itu adalah hak Golkar hasil Munas Ancol. Karena Golkar hasil Munas Ancol yang masih memegang SK sah dari Menkum HAM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah, siapa yang berhak untuk menggantikan posisi ini ialah kepengurusan Golkar yang masih sah dan memiliki SK Menkum HAM karena SK belum dicabut artinya legal secara hukum," kata Priyo.

Sampai kini Golkar Ancol pimpinan Agung Laksonobelum mengambil keputusan soal siapa sosok yang layak ditunjuk jadi Ketua DPR pengganti Novanto. Golkar Ancol membuka ruang komunikasi dengan kubu Aburizal Bakrie untuk membahas masalah ini.

"Kami siap duduk bersama dengan Pak Aburizal Bakrie untuk membicarakan masalah ini," pungkasnya.

Surat pengunduran diri Novanto dibacakan di sidang MKD DPR semalam. Setelah membacakan surat pengunduran diri Novanto, MKD menutup sidang kasus Novanto tanpa vonis. Padahal seluruh anggota MKD menyatakan Novanto melakukan pelanggaran etik sedang dan berat.

(van/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads