OC Kaligis Hadapi Vonis Hari ini

Ferdinan - detikNews
Kamis, 17 Des 2015 06:27 WIB
OC Kaligis saat menjalani sidang. Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - Advokat senior Otto Cornelis Kaligis hari ini menjalani sidang pembacaan putusan (vonis). Kaligis sebelumnya dituntut 10 tahun penjara atas perkara dugaan menyuap hakim dan panitera PTUN Medan, Sumut.

"Harapannya jangan Pak OC Kaligis dihukum terlalu berat. Bayangkan kalau hukuman di atas 5 tahun dengan usia yang sudah 75 tahun bisa mati di penjara. Sebaiknya 2 atau 3 tahun jadi masih bisa membaktikan dirinya berbuat kebaikan," ujar pengacara Kaligis, Humprey Djemat dalam pesan singkatnya, Rabu (16/12/2015) malam.

Sidang Kaligis menurutnya dijadwalkan digelar pukul 10.00 WIB. Sidang sebelumnya ditunda sepekan lantaran Hakim Ketua Sumpeno sakit.

Kaligis memang pernah mengungkapkan keinginannya agar dihukum ringan. Dia menyatakan siap banding bila Majelis Hakim menghukumnya lebih dari 3 tahun.

"Kalau enggak 3 tahun, pasti banding. Saya pasti banding, tuntutan penuh kedengkian. Rio Capella cuma 2 tahun dituntut. Sekarang panitera satu paket sama hakim, 3 tahun," ujar Kaligis, Kamis (10/12).

Kaligis dituntut hukuman 10 tahun penjara, denda Rp 500 juta, subsidair 4 bulan kurungan. Jaksa pada KPK meyakini Kaligis terbukti menyuap Hakim dan panitera pada PTUN Medan.

Jaksa KPK menyebut Kaligis bersama-sama dengan Moh Yagari Bhastara Guntur alias Gary, Gatot Pujo Nugroho dan Evy Susanti memberikan uang total USD 27 ribu dan 5 ribu dollar Singapura (SGD).

Duit diberikan kepada tiga Hakim PTUN yakni Tripeni Irianto Putro sebesar SGD 5 ribu dan USD 15 ribu, Dermawan Ginting dan Amir Fauzi masing-masing sebesar USD 5 ribu serta kepada Syamsir Yusfan selaku Panitera PTUN Medan sebesar USD 2 ribu.

Menurut Jaksa, duit suap ini diberikan dengan maksud mempengaruhi putusan atas permohonan pengujian kewenangan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara atas penyelidikan tentang dugaan terjadinya tindak pidana korupsi Dana Bantuan Sosial (Bansos), Bantuan Daerah Bawahan (BDB), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tunggakan Dana Bagi Hasil (DBH) dan Penyertaan Modal pada sejumlah BUMD pada Pemprov Sumatera Utara.

Dalam perkara ini, panitera PTUN, Syamsir Yusfan sudah diputus bersalah dan dihukum 3 tahun penjara. Sedangkan Tripeni Irianto Putro dituntut 4 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsidair 5 bulan kurungan. (fdn/bag)