Kodim Jakut Dapat Rekor MURI Melatih Penyuluh Narkoba Terbanyak

Kodim Jakut Dapat Rekor MURI Melatih Penyuluh Narkoba Terbanyak

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kamis, 17 Des 2015 04:58 WIB
Kodim Jakut Dapat Rekor MURI Melatih Penyuluh Narkoba Terbanyak
Foto: Istimewa
Jakarta - TNI AD memperingati Hari Juang Kartika ke-70. Dalam perayaannya, Kodim 0502/Jakarta Utara mendapat rekor MURI karena melatih seribu penyuluh narkoba.

Seribu penyuluh narkoba tersebut datang dari unsur militer, masyarakat, pemerintah, serta lembaga sosial dan instansi terkait. Dalam acara yang digelar di GOR Walikota Jakarta Utara pada Selasa (15/12) itu, Kodim JU juga bersama-sama dengan Kemensos dan Gerakan Mencegah Daripada Mengobati (GMDM). Penghargaan MURI diberikan langsung oleh Jaya Suprana.

"Pelatihan terhadap penyuluh untuk merehabilitasi 200.000 korban penyalahgunaan narkoba yang akan dilaksanakan pada tahun 2016," ungkap Dandim 0502/JU Letkol Arm Stefie Jantje Nuhujanan kepada detikcom, Rabu (16/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Stefie, acara pelatihan bagi penyuluh narkoba sekaligus dibarengi dengan pendeklarasian 'Mewujudkan Indonesia Bersih dari Narkoba dan Pornografi'. Harapannya adalah agar bisa menggerakkan kepedulian masyarakat terhadap bahaya dan pornografi.

"Karena itu sudah mendegradasi moral pemuda Indonesia. Pendeklarasian gerakan anti narkoba dan pornografi ini adalah yang kedua kalinya mendapat Rekor Muri setelah sebelumnya pada Agustus 2015," kata Stefie.

"Kegiatan serupa juga mendapat penghargaan yang sama dengan memasang 2015 spanduk sosialisasi anti narkoba di wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu," lanjutnya.

Deklarasi itu, sebut Stefie, sebagai wujud dari implementasi misi Presiden Joko Widodo agar masyarakat aktif dan memiliki tanggung jawab dalam penanggulangan dan pencegahan narkoba maupun pornografi. Mengingat status Indonesia darurat narkoba, Kodim JU ingin lebih mengedepankan tindakan preventif atau pencegahan.

"Yakni dengan sosialisasi kepada masyarakat dan pelajar di sekolah-sekolah yang ada di Jakarta Utara. Kami aktif mencegah peredaran narkoba. Salah satunya dengan menggandeng BNN untuk melakukan penyuluhan dan tes," tutur Stefie.

Tes urine yang dimaksud berdasarkan informasi Stefie dilakukan di tempat pendidikan dan kawasan padat penduduk. Kodim JU juga kerap memberikan informasi keberadaan bandar narkoba kepada pihak kepolisian agar segera mendapat tindakan.

Stefie menggarisbawahi bahwa dalam pemberantasan narkoba, diperlukan modal kesetiawakanan sosial. "Kita harus memiliki kepedulian untuk pemberantasan narkoba dengan bingkai kesetiakawanan sosial dan rasa persatuan," ujarnya.

Ia pun memastikan bahwa deklarasi ini tak hanya berhenti pada aksi simbolis namun akan terus direalisasikan. Kodim JU memiliki program-progeam dalam mewujudkan penanganan penyuluhan terhadap 200 ribu pengguna narkoba.

Dikatakan Stefie, Mensos Khofifah Indar Parawansa turut hadir dalam acara itu. Khofifah berpesan bahwa seluruh unsur harus salang bekerja sama dan bergotong royong untuk melakukan aksi nyata pemberantasan narkoba dan pornografi.
Mensos Khofifah juga hadir dalam peringatan tersebut. (Foto: Istimewa)

"Bu Mensos bilang, dari GMDM, kampus, TNI dan Polri serta aparatur pemerintah semua harus melakukan tindakan nyata. Beliau bilang kami yang menandatangani deklarasi harus bertemu kembali untuk melakukan pemetaan penyuluhan terhadap pengguna narkoba," tukas Stefie.

Stefie menyatakan bahwa Khofifah meminta adanya peran serta masyarakat dan keluarga korban. "Beliau mengingatkan bahwa masyarakat dan keluarga harus peduli terhadap anggota keluarga mereka yang terjerat narkoba maupun pornografi," pungkasnya. (elz/bag)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads