Dalam aksinya, perampok yang berjumlah lebih dari 10 orang dan bersenjatakan golok serta celurit tersebut sempat menyekap dua satpam sekolah, dua petugas TU dan dua pengawas proyek di samping bangunan sekolah. Gaji guru honorer sebanyak Rp 25 juta serta barang elektronik lainnya digondol para pelaku.
"Kejadiannya sekitar jam 3 pagi. Mereka langsung datang sambil acungin golok sama celurit. Leher saya dikalungin celurit juga. Terus kita diikat. Kaki, tangan, semua diikat. Mulut juga dilakban," kata Memed, sala hsatu satpam yang menjadi korban penyekapan, saat ditemui di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau jumlahnya ngga pasti, tapi lebih dari 10 orang. Banyak yang bawa celurit sama golok. Satu orang sempet nodongin pistol juga," kata Memed.
Usai melumpuhkan petugas Satpam dan orang-orang yang ada di dalam bangunan sekolah, para pelaku kemudian masuk ke dalam beberapa ruangan untuk mencari barang-barang berharga. Beberapa barang elektronik seperti 6 unit laptop dan uang sebesar Rp 25 juta digasak para pelaku.
"Ruangan yang dimasukin, ruang kepala sekolah, ruang TU, sama ruang bimbingan konseling. Uang diambil jumlahnya 25 juta. Katanya itu uang buat gaji guru honorer," terang Joni Alwis, Kepala Sekolah SMKN 4 saat ditemui wartawan.
Hingga saat ini, kasus perampokan yang dilakukan oleh belasan pelaku teraebut masih diselidiki unit Serse Polsek Bogor Selatan dan Reskrim Polres Bogor. Untuk mengetahui jejak pelaku, pihak Kepolisian juga menerjunkan anjing pelacak ke lokasi.
Di lokasi kejadian, nampak belasan bekas tapak manusia yang diduga tapak pelaku. Selain itu, polisi juga menemukan sepasang sandal jepit yang diduga milik pelaku. "Kita masih dalami kasusnya. Temuan-temuan di lokasi masih kita kembangkan. Jumlah pelaku diduga lebih dari 5 orang, tapi korban (satpam) tidak ada yang bisa mengenali wajah pelaku karena para pelaku menggunakan penutup wajah. Kita masih seliki kasusnya," kata Kanit Reskrim Polsek Bogor Selatan, AKP Puji Astono. (dra/dra)











































