Selain di Semarang, penanaman juga dilakukan di daerah Pantura lainnya yaitu Batang, Kendal, Demak, Jepara, Brebes, Pati, Rembang, dan juga Sragen. Tanaman keras yang ditanam di tepian Pantura yaitu Mahoni, Bungur, Trembesi, dan Mangga.
Di Kota Semarang penanaman dilakukan oleh ratusan personel TNI Angkatan Laut di kawasan rawan abrasi yaitu Tambak Lorok dan Banjir Kanal. Komandan Lanal Semarang, Kolonel Laut (P) Elka Setyawan mengatakan Mangrove dan tanaman keras berupa cemara laut ditanam di wilayah pantai sebagai pencegah abrasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total mangrove yang ditanam adalah 83 ribu bibit dan tanaman keras mencapai 14 ribu bibit . Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono juga menambahkan 13 ribu bibit Mangrove sehingga total bibit tanaman yang ditanam lebih dari 100 ribu bibit.
"Diharapkan masyarakat ikut memelihara. Jika komponen masyarakat memelihara, akan tercipta sabuk hijau di seluruh pantura yang memiliki banyak manfaatnya," tegas Elka.
"Saya juga ingin setiap beberapa bulan sekali dilakukan penanaman di Daerah lain yang rawan Abrasi seperti Tanjung Emas, Bandarharjo, Semarang Timur yang dekat dengan pemukiman Warga," imbuhnya.
Sri Puryono menambahkan, banyak manfaat Mangrove selain untuk menahan abrasi dan mencegah banjir, misalnya untuk berkembang biaknya hewan-hewan laut.
"Diharapkan tidak hanya menanam tapi juga menjaga Mangrove yang ditanam. Karena menjaga adalah hal penting," pungkas Sri. (alg/dra)











































