"Yang tertua dan tercatat itu pesawat buatan anak negeri pada tahun 1935, itu sudah hebat, baling-balingnya dua, masalah keseimbangan dan powernya juga besar," ucap Pengamat Penerbangan, Alvin Lie saat berbincang dengan detikcom, Senin (14/12/2015).
Achmad bersama dengan dua temannya Kapten M.P. Pattist dan Walraven mendapat pesanan membuat pesawat dari seorang konglomerat pengusaha roti Mr Hien Ke Khouw. Walraven dan Pattist bertugas membuat desain pesawat sedang Achmad bertugas membuat rangka badan pesawat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu murni rancang bangun dari kita, komponennya memang ada impor, tapi boeing dan airbus juga ada yang impor. Jadi dari sisi kecerdasan anak bangsa kita tidak kalah," kata Alvin.
Ilustrasi wajah Achmad bin Talim (Ilustrasi: Edi/detikcom) |
Pesawat Walraven 2 pernah diterbangkan ke Eropa tepatnya Belanda dan membuat geger orang di sana. Penerbangan dari Bandung ke Belanda berlangsung tanggal 16-28 September 1935, selama 82 jam terbang menempuh 16.500 km. Sementara perjalanan pulang lebih cepat pada yakni pada tanggal 1-12 November 1935 hanya butuh 71 jam. Perjalanan ini dalam rangka misi Khouw untuk memasarkan pesawat Walreven ini.
"Mereka kaget orang kita bisa membuat pesawat sendiri hingga bisa terbang dari Bandung ke Eropa," ucap Alvin Lie. (slh/mad)












































Ilustrasi wajah Achmad bin Talim (Ilustrasi: Edi/detikcom)