Perjalanan Terakhir Azam ke Sekolah

Metromini Maut di Kembangan

Perjalanan Terakhir Azam ke Sekolah

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Rabu, 16 Des 2015 15:45 WIB
Perjalanan Terakhir Azam ke Sekolah
Foto: Edward Febriyatri
Jakarta -

Nasib malang menimpa Muntiasih (37) dan Azam (7) korban tabrak Metromini 92 jurusan Ciledug -Grogol. Saat kejadian, mereka mencegat angkot untuk berangkat sekolah.

"Lagi mau nganter anak sekolah di SDN 07 Pesanggerahan kejadian pas banget waktu cegat angkot KWK 03," ujar Yatmin (42) kerabat korban di rumah duka, Kp Pesanggerahan RT 01 RW 06, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (16/12/2015).

Yatmin tidak mengetahui persis kecelakaan pagi itu. Namun dari keterangan saksi yang diwawancarainya, Metromini itu disebut sempat menabrak tiang listrik di depan toko material di Jalan Meruya Utara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nabrak tiang dulu baru menghajar angkot yang disetop mereka. Kaca mobil angkot itu sampai pecah," paparnya.

Nyawa Azam tidak dapat diselamatkan, sementara Muntiasih langsung dibawa ke rumah sakit. Sesampai di lokasi kejadian, Yatmin hanya melihat jasad keponakannya telah ditutupi koran.

"Saya datang sudah ditutupi koran, posisinya sudah di samping ban belakang sisi kiri," paparnya.

Azam Enggan Sekolah



Pagi itu memang tidak seperti biasanya. Azam Flamboyan (7) rewel tidak ingin sekolah. Namun dia akhirnya tetap berangkat.

"Pagi itu memang anaknya sempat rewel nggak mau sekolah. Setelah selesai mandi anaknya minta uang jajan ke mbahnya tapi balik lagi ke rumahnya, sedangkan ibunya sudah nunggu di depan," kata Tori, tetangga Azam, saat ditemui di rumah duka.

Tori sempat menegur Azam yang tidak mau sekolah. Namun teguran itu hanya dibalas dengan senyum.

"Wajahnya memang sudah terlihat. Begitu dapat uang jajan dari mbahnya dia balik ke rumah mainin sepatunya, sampai-sampai kakaknya ngebujuk untuk sekolah, tapi anak itu malah ngelempar uang jajan dari mbahnya," paparnya.

Azam dikenal sebagai anak yang periang dan penuh prestasi. Kedua orang tuanya tidak sulit untuk menyuruh berangkat sekolah.

"Memang biasanya kalau bapaknya lagi nggak kerja di antar sama bapaknya ke sekolah, tapi pagi tadi bapaknya udah berangkat kerja dari jam setengah 6 pagi," pungkasnya.

(edo/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads