"Jalan terus. Tetap jalan terus," ujar Ahok di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (16/12/2015).
detikcom sempat menyambangi lokasi waduk pada Selasa (15/12) lalu. Di sana, terlihat ada empat alat pengeruk berwarna kuning milik Pemprov DKI yang terparkir dan tak terawat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok beralasan belum beroperasinya alat-alat berat itu dikarenakan dulu ada sejumlah mesin yang dicuri. Entah dicuri oleh siapa, Ahok tidak merinci.
Hal itu disebut menjadi salah satu alasan Ahok dan Jokowi mencopot Kadis PU DKI (kini bernama Dinas Bina Marga) kala itu, Rudi Manggas Siahaan. "Mesinnya dicolong, makanya saya ganti kepala dinasnya kan," kata Ahok sambil tersenyum.
Alat berat itu seharusnya melakukan pengerukan di Setu Brigif sejak setahun lalu. Niatnya, waduk ini nanti bisa menjadi salah satu upaya penanganan banjir.
Waduk Brigif sebelumnya dijadikan sebagai kolam pemancingan oleh warga. Jokowi kala itu sudah melakukan pembebasan lahan warga yang terkena dampak pembuatan waduk.
Waduk tersebut akan dibangun seluas 10,3 hektar dengan kedalaman 3 sampai 4 meter. Lahan yang sudah dibebaskan seluas 6,6 hektar. Jokowi mengatakan, ke depan akan ada beberapa waduk baru lagi di Jakarta. (aws/mok)











































