Menurut Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi, Indonesia akan bergabung jika maksud dan tujuannya jelas. Selama ini, Arab Saudi belum menyampaikan secara detail tentang koalisi militer Islam ini.
"Berita bahwa Indonesia mendukung tidak sesuai dengan keadaan. Setiap melakukan komunikasi dengan Menlu Saudi, saya sampaikan bahwa sebelum Indonesia mengambil sikap, maka Indonesia memerlukan informasi yang lebih jelas mengenai modalitas dan lain-lain," kata Menlu Retno LP Marsudi saat dihubungi oleh detikcom, Rabu (16/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang sama juga dikatakan Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan. Dia menegaskan pemerintah belum ingin bergabung dengan koalisi tersebut.
"Kami belum ingin, karena itu aliansi militer," ujar Luhut.
Luhut menegaskan, sikap Indonesia dalam melawan terorisme, terutama ISIS dilakukan dengan soft approach.
"Sikap pemerintah Indonesia, kami ingin penanganan ISIS ini dengan soft approach, yaitu mensosialisasikan Islam itu Islam yang ramah, Islam yang kasih sayang, bukan yang brutal seperti yang dibawa ISIS," tegas Luhut.
Sebelumnya, Arab Saudi mengumumkan pembentukan koalisi militer Islam terdiri atas 34 negara. Dalam konferensi pers yang tergolong langka, wakil putra mahkota dan Menteri Pertahanan Saudi, Mohammed bin Salman menuturkan kampanye ini akan mengkoordinasikan upaya memerangi terorisme di Irak, Suriah, Libya, Mesir dan Afghanistan.
"Negara-negara yang disebutkan di sini telah memutuskan untuk membentuk aliansi militer yang dipimpin Arab Saudi untuk melawan terorisme, dengan pusat operasi gabungan yang berbasis di Riyadh untuk berkoordinasi dan mendukung operasi militer," demikian pernyataan bersama yang dirilis kantor berita Arab Saudi, SPA dan dilansir Reuters dan AFP.
Daftar panjang itu terdiri atas negara-negara Arab seperti Mesir, Qatar, Uni Emirat Arab, juga negara-negara muslim seperti Turki, Malaysia, Pakistan serta sejumlah negara Teluk Arab dan negara kawasan Afrika. Disebutkan juga bahwa lebih dari 10 negara muslim lainnya, termasuk Indonesia, telah menyatakan dukungan untuk koalisi ini. (yds/mok)











































