Selain Achmad, dua orang lainnya yang ikut mengerjakan Walraven 2 adalah Kapten M.P. Pattist dan Walraven. Keduanya merancang desain pesawat sedangkan Achmad menangani pengerjaannya. Bengkel pembuatan pesawat terletak di garasi rumah Achmad di jalan Pasirkaliki, Bandung. Sementara perakitannya dilakukan di Andir. Karena pesanan tersebut merupakan kerja sambilan, maka Achmad bin Talim mengerjakannya sore hari usai jam kerja di Andir (sekarang Bandara Husein Sastranegara).
Pembuatan pesawat ini berdasarkan pesanan dari pengusaha roti Mr Hien Ke Khouw untuk kegiatan bisnisnya. Khouw merasa puas dengan performa W2 dan berniat membangun pabrik pesawat di Hindia Belanda untuk mengakomodir desain Walraven. Demi mempromosikan pesawat ini dia bersama Terluin menerbangkan W2 ke ke Batavia lalu ke Schiphol di Belanda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walraven2 juga diterbangkan ke Shanghai pada 1937. Promosi ini membuat Albert Plesman tertarik dan memesan pesawat ukuran menengah W 3. Namun target Khouw memikat KLM tak berhasil karena maskapai Belanda itu tak tertarik.
Rencana pembuatan pabrik itu gagal karena Khouw tewas ketika pesawat Martin B-10 milik LA/KNIL yang ditumpanginya jatuh pada Februari 1938. Akhirnya pesawat W2 legendaris miliknya hanya disimpan di Lanud Andir dan ikut hancur akibat tempat itu dibombardir Jepang pada 19 Februari 1942. (slm/mad)










































