Achmad menjadi salah satu bukti bahwa sumber daya manusia Indonesia memiliki kemampuan yang sama dengan bangsa asing. Achmad menangani pengerjaan badan pesawat dan dua temannya Kapten M.P. Pattist dan Walraven merancang desainnya.
Pesawat Walreven 2 memang dibuat berdasarkan pesanan dari seorang konglomerat pengusaha roti Mr Hien Ke Khow. Khow merasa berat harus mengeluarkan ongkos yang begitu besar untuk distribusi roti dari Bandung ke Jawa Tengah dan Bali dengan menggunakan jalur darat. Akhirnya dia berpikir untuk membuat pesawat sendiri agar distribusi barang daganganya cepat dan efisien.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diberitakan oleh Jakarta.go.id Walraven 2 juga pernah unjuk gigi di acara airshow pertama di landasan Kemayoran pada 31 Agustus 1940 bertepatan dengan ulang tahun Raja Belanda. Acara itu memamerkan pesawat-pesawat buatan Koninklijke Nederlands Indische Luchtvaart Maatschappy (KNILM). Ada juga pesawat-pesawat pribadi yang bernaung dalam Aeroclub di Batavia seperti Buckmeister Bu-131 Jungmann, de Haviland DH-82 Tigermoth, Piper Cub dan pesawat Walraven 2.
Landasan Kemayoran mulai dibangun tahun 1934 aleh pemerintah kolonial Belanda. Sebagai lapangan terbang internasional Kemayoran diresmikan tanggal 8 Juli 1940, dan dikelola KNILM. Namun saat Jepang masuk ke Indonesia Landasan Kemayoran dikuasai pesawat-pesawat buatan Jepang. Setelah Jepang menyerah kepada sekutu, pesawat-pesawat sekutu juga datang ke Kamayoran. (slm/mad)











































