Saat Walraven 2 Unjuk Gigi di Air Show Perdana Kemayoran

Pesawat RI Gegerkan Eropa

Saat Walraven 2 Unjuk Gigi di Air Show Perdana Kemayoran

Wisnu Prasetiyo - detikNews
Rabu, 16 Des 2015 12:43 WIB
Saat Walraven 2 Unjuk Gigi di Air Show Perdana Kemayoran
Foto: Mindra Purnomo/detikcom
Jakarta - Tidak banyak dokumen yang memuat cerita tentang pesawat Walraven 2. Pesawat yang dibuat di masa penjajahan tahun 1934 itu merupakan salah satu kebanggaan karena salah satu pembuatnya adalah seorang pribumi asal Bandung, Achmad bin Talim.

Achmad menjadi salah satu bukti bahwa sumber daya manusia Indonesia memiliki kemampuan yang sama dengan bangsa asing. Achmad menangani pengerjaan badan pesawat dan dua temannya Kapten M.P. Pattist dan Walraven merancang desainnya.

Pesawat Walreven 2 memang dibuat berdasarkan pesanan dari seorang konglomerat pengusaha roti Mr Hien Ke Khow. Khow merasa berat harus mengeluarkan ongkos yang begitu besar untuk distribusi roti dari Bandung ke Jawa Tengah dan Bali dengan menggunakan jalur darat. Akhirnya dia berpikir untuk membuat pesawat sendiri agar distribusi barang daganganya cepat dan efisien.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pesawat ini pernah diterbangkan hingga ke Belanda pada tahun 27 September 1935 dan sempat membuat geger orang Eropa karena masa itu sedikit orang yang bisa membuat pesawat, apalagi pesawat ini dibuat di Bandung, salah satu kota yang masih di bawah kuasa penjajah.

Diberitakan oleh Jakarta.go.id Walraven 2 juga pernah unjuk gigi di acara airshow pertama di landasan Kemayoran pada 31 Agustus 1940 bertepatan dengan ulang tahun Raja Belanda. Acara itu memamerkan pesawat-pesawat buatan Koninklijke Nederlands Indische Luchtvaart Maatschappy (KNILM). Ada juga pesawat-pesawat pribadi yang bernaung dalam Aeroclub di Batavia seperti Buckmeister Bu-131 Jungmann, de Haviland DH-82 Tigermoth, Piper Cub dan pesawat Walraven 2.

Landasan Kemayoran mulai dibangun tahun 1934 aleh pemerintah kolonial Belanda. Sebagai lapangan terbang internasional Kemayoran diresmikan tanggal 8 Juli 1940, dan dikelola KNILM. Namun saat Jepang masuk ke Indonesia Landasan Kemayoran dikuasai pesawat-pesawat buatan Jepang. Setelah Jepang menyerah kepada sekutu, pesawat-pesawat sekutu juga datang ke Kamayoran. (slm/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads