Hal itulah yang membuat Pemkab Purwakarta menggelar sebuah festival dalang wayang kulit yang bertujuan untuk kembali memperkenalkan budaya Indonesia khususnya budaya sunda kepada anak-anak muda. Festival tersebut bernama Festival Dalang Rancage.
"Simple saja, festival ini tuh untuk menumbuhkan rasa cinta anak-anak muda. Anak-anak yang baru tumbuh untuk cinta terhadap budayanya sendiri khususnya budaya sunda," kata Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi di kantornya di Jalan Ahmad Yani, Purwakarta, Selasa (15/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Acara yang digelar di Pendopo Pemkab Purwakarta ini juga turut menampilkan anak bungsu Dedi Mulyadi bernama Yudistira Manunggaling Rahmaning Hurip sebagai dalang. Yudistira membawakan lakon Salya Gugur.
Ada sekitar 30 peserta yang turut berpartisipasi dalam festival ini. Penampilan mereka kemudian akan dinilai oleh tiga dewan juri.
Festival Dalang Rancage juga mampu memikat hati para masyarakat Purwakarra. Terbukti sejak dimulainya acara sekitar pukul 09.00 hingga pukul 18.30 WIB, mereka masih memadati lokasi acara bahkan cenderung bertambah.
"Acara ini bagus sekali. Biar kita juga semakin peduli terhadap budaya bangsa khususnya budaya sunda," ucap Hesti salah seorang warga yang menonton festival.
![]() |
Selain itu, menurut Eki salah seorang warga Bandung yang sedang pulang ke Purwakarta, acara festival ini harus setiap tahun diadakan. Karena akan menjaga budaya sunda agar tak diakui negara lain.
"Wajib itu tiap tahun diadakan. Biar menumbuhkan rasa cinta. Nantikan jadi bangsa lain kalau mau ngambil budaya kita mikir-mikir lagi. Karena kita sudah cinta. Dan apalagi, saat inikan dalang biasanya sudah tua, ini anak muda. Bagus pokoknya," tutur Eki. (yds/dra)












































