Menurut Nurdin, warga Desa Kungkai, bentrok berawal ketika ada salah seorang warga Desa Kungkai dipukul oleh sejumlah warga SAD. Tidak terima tetangganya dipukul, ratusan warga Desa Kungkai dengan bersenjatakan parang dan senjata tajam lainnya mendatangi permukiman warga SAD, Selasa (15/12/2015) sekitar pukul 15.00 WIB.
"Pas kami datang, warga SAD lari masuk ke dalam hutan dan meninggalkan pondok serta sepeda motor. Kami langsung membakar pondok dan sepeda motor yang mereka tinggal," ujar Nurdin.
Polisi berjaga di lokasi (Muhamad Usman/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika tiba di RSUD Kol Abunjani, Bangko, nyawa Darmawi tidak bisa diselamatkan. Luka di kepalanya terlalu parah. Sementara Koko dalam kondisi kritis dan saat ini mendapatkan perawatan insentif.
Kapolres Merangin AKBP Munggaran Kartayuga menyatakan, pihaknya sudah mengerahkan personel ke lokasi untuk mencegah bentrokan berlanjut.
"Personel akan saya tempatkan di sini, untuk melakukan penjagaan. Dan kasus ini masih dalam penanganan pihak kami," ungkap Munggaran.
Sementara itu, Bupati Merangin Al Haris menyatakan bakal memindahkan warga SAD dari kebun warga Desa Kungkai.
"Kami akan memindahkan warga SAD dari lokasi yang sekarang untuk mencegah konflik selanjutnya. Kami mendapat laporan konflik sudah sering terjadi antara warga desa (Kungkai) dengan SAD," ujarnya. (hri/hri)












































Polisi berjaga di lokasi (Muhamad Usman/detikcom)