Jelang Komodo Exercise 2016, Rizal Ramli Luncurkan Prangko Prisma Komodo

Jelang Komodo Exercise 2016, Rizal Ramli Luncurkan Prangko Prisma Komodo

Jabbar Ramdhani - detikNews
Selasa, 15 Des 2015 18:25 WIB
Jelang Komodo Exercise 2016, Rizal Ramli Luncurkan Prangko Prisma Komodo
Foto: Peluncuran prangko (Dok. Puspen TNI AL)
Jakarta - Latihan multilateral akan kembali diselenggarakan oleh TNI AL. Acara yang akan digelar pada April 2016 nanti itu dinamakan Komodo Exercise 2016. Sebagai kegiatan pendukung, diluncurkan Prangko Prisma Komodo.

Peluncuran ini dilakukan pada sela-sela acara Seminar Nasional TNI AL di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (15/12/2015). Hadir menandatangani peluncuran itu, Menko Kemaritiman RI Rizal Ramli, Kepala Staf AL Laksamana TNI Ade Supandi, dan Kasum TNI Laksamana Madya TNI Didit Herdiawan

"Secara resmi akan kami luncurkan prangko Seri Komodo 2016. Sebagai dukungan seluruh Indonesia dan masyarakat maritim terhadap pelaksanaan Komodo Exercise 2016," ucap Menko Kemaritiman Rizal Ramli.

Seminar Nasional TNI AL yang bertajuk 'Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia ini digelar dalam upaya mendukung program pemerintah yang mencanangkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia melalui program Lima Pilar Poros Maritim.

Hadir dalam seminar itu sektiar 350 undangan. Terdiri dari anggota DPR, TNI-Polri, kementerian dan birokrat, akademisi, LSM, tokoh agama, Injasmar, perwakilan alumni AAL Angkatan 30 sampai dengan 60, serta undangan lainnya.
Foto: Peluncuran prangko (Dok. Puspen TNI AL)
TNI AL memilih prangko sebagai salah satu media promosi dan publikasi kegiatan latihan Komodo Exercise 2016. Latihan ini difokuskan pada skenario latihan operasi perdamaian di wilayah maritim, dan menjadi rangkaian 15th Western Pacific Naval Symposium (WPNS) and International Fleet Review (IFR) 12-16 April 2016 di Padang dan Kepulauan Mentawai.

"Kami angkat topi kepada TNI AL yang berhasil mengajak banyak negara dunia. Ini menunjukkan bahwa kita bisa menjadi poros maritim dunia," puji Rizal Ramli.

Satu hal yang menjadi catatan Rizal Ramli adalah alutsista TNI yang masih kurang memadai. Di waktu yang akan datang, alutsista itu akan diperkuat. Menurutnya, dalam waktu 5 tahun ke depan TNI AL bisa menjadi kekuatan utama di Asia Tenggara.

(bal/miq)


Berita Terkait