"Belum begitu memuaskan tapi tunjangan kinerjanya juga belum perlu dinaikkan. Hasil kerja birokrasinya belum memuaskan," kata Yuddy usai acara Laporan Evaluasi Kinerja Kementerian/Lembaga dan Pemprov Tahun 2015 di Istana Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (15/12/2015).
Dalam acara ini, Ahok hanya diwakili Sekretaris Daerah Saefullah. Yuddy menilai dengan kinerja PNS Pemprov DKI yang masih rendah, wajar saja Gubernur DKI Basuki T Purnama marah pada bawahannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, ia mendukung langkah Ahok melakukan revormasi di internal birokratnya untuk menaikkan kualitas kerja. Apalagi, jika menghitung Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) PNS DKI yang jumlahnya bisa puluhan juta per tahun.
"Di DKI PNS sudah dapat tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) ya, disebut dengan TKD yang relatif paling besar dibanding daerah lain. Wajar saja Gubernur dan masyarakat tuntut mereka itu kinerjanya lebih tinggi dibanding yang lain. Jadi di DKI harusnya kinerjanya maksimum, pelayanan lebih baik," pungkasnya.
Tahun ini akuntabilitas DKI mendapat nilai 58,57 dan masuk kategori CC atau cukup baik. Nilai ini lebih rendah 1,16 poin dari tahun sebelumnya. Evaluasi ini dinilai dengan melihat sisi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan hasil program kerja. Penekanan tahun ini dititikberatkan pada hasil dari sejumlah program atau kebijakan yang dicanangkan. (mnb/tfq)











































