Pimpinan KPK 3 Kali Temui Jokowi, Minta Kasus Samad, BW dan Novel Disetop

Pimpinan KPK 3 Kali Temui Jokowi, Minta Kasus Samad, BW dan Novel Disetop

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Selasa, 15 Des 2015 17:50 WIB
Pimpinan KPK 3 Kali Temui Jokowi, Minta Kasus Samad, BW dan Novel Disetop
Foto: Pimpinan KPK Johan Budi (Lamhot/detikFoto)
Jakarta - Di akhir masa jabatannya, pimpinan KPK mengungkapkan beberapa kinerjanya. Salah satunya kinerja terkait penanganan kasus Abraham Samad, Bambang Widjojanto, dan Novel Baswedan.

Pimpinan KPK terus berusaha agar kasus yang dituduhkan ke tiga orang tersebut dihentikan. Bahkan, pimpinan telah tiga kali menemui Presiden untuk membahas hal ini.

"Terkait Pak BW, AS dan Novel tentu kami sudah sampai tiga kali bertemu dengan Presiden Jokowi untuk membicarakan soal ini. Tiga atau dua minggu lalu kami ketemu bicarakan soal itu. Pimpinan nggak lepas tangan," kata Plt Pimpinan KPK, Johan Budi di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (15/14/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Plt Ketua KPK, Taufiequrachman Ruki menambahkan bahwa pihaknya juga sudah berulang kali menghubungi Kapolri agar kasus Samad, BW dan Novel dihentikan, Namun, pihak Polri menolak dengan alasan untuk membuktikan profesionalitas penyidik.

"Sebagai Pimpinan KPK kami berulang kali ketemu Kapolri untuk meminta SP3 dikeluarkan. Secara resmi, informal, supaya SP3. Kapolri menolak karena ingin membuktikan profesional. Lalu sudah P21 ke Kejaksaan, kami minta SKP2 terhadap ketiga kasus itu," jelas Ruki.

"Deponeering kami coba, kami sampaikan secara serius. Itu kan bentuk perlawanan yang kami lakukan. Kami lakukan cara elegan. Kami belum putus asa. Kami masih akan bicarakan dengan Presiden," imbuhnya.

Ruki mengaku sangat menghormati keputusan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti yang menolak menerbitkan SP3 dengan alasan profesionalisme. Hingga saat ini, seluruh daya dan upaya masih terus dilakukan, bahkan ada jaminan Samad, BW dan Novel akan mendapatkan bantuan hukum di kepemimpinan periode berikutnya yang akan segera terpilih.

"Kalau mereka (pimpinan baru) tidak membela tiga teman kita ini, akan dikejar kejar. Kalau bisa malah di-bully di medsos," tutur Ruki. (Hbb/bal)


Berita Terkait