"Sebagai orang di dalam (MKD) saya tahu realitasnya seperti apa. Jaga anggota fraksi anda. Saya bisa pertanggungjawabkan omongan saya," ungkap Akbar saat mengikuti aksi 'Selamatkan DPR' di gedung DPR, kompleks Senayan, Jakarta, Selasa (15/12/2015).
Baca juga: Lusa, MKD akan Ambil Keputusan Akhir Soal Kasus Novanto
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dave saya kira tahu apa yang terjadi. Mereka ada yang meminta kasus Novanto dihentikan, melaporkan Akbar, dan lain-lain," tukasnya.
Menurut Akbar, 17 anggota MKD telah terpecah menjadi beberapa kubu-kubu. Iming-iming agar kasus Novanto disanksi ringan dan tekanan termasuk di dalamnya.
"Kenapa saya pesimis, bukan pesismis, realitasnya ada seorang anggota fraksi terus selancar. Ada yang tadinya mulai lurus dan diganti lagi, karena ada yang kebingungan harus mendengar yang mana," jelas politisi NasDem itu.
Akbar juga meminta masyarakat agar terus mengawasi MKD dalam penanganan kasus dugaan pencatutan nama Presiden dan Wapres itu. "Supaya anda tahu wakil seperti apa yang anda pilih termasuk dapilnya. Makanya saya bilang, jaga teman-teman anda di fraksi," tukasnya.
Baca juga: Ruhut Ikut Aksi #SaveDPR: Mundur Saja Kau Novanto
Hal senada juga disampaikan oleh Ruhut Sitompul. Ruhut juga salah satu anggota DPR yang membubuhkan tanda tangan dalam pernyataan sikap 'Selamatkan DPR'. Aksi ini mendesak agar Setya Novanto mundur.
"Dua kader kami di dalam (MKD) tidak bergeming. Kawan-kawan di sini, perhatikan teman-teman di fraksinya. Walau katanya ada yang siapkan 2,5 juta USD," tutur Ruhut di lokasi yang sama.
"Ketuk hati mereka, uang tidak segala-galanya. Kalau Tuhan mau tinggal balik tangan, miskin mereka langsung," sambungnya.
Anggota komisi III itu juga menyatakan agar F-PDIP menjaga anggota mereka yang kini masuk dalam MKD, Risa Mariska. Menurut Ruhut, para anggota MKD dari PDIP arahan langsung dari sekjen, Hasto Kristianto.
"Mereka dalam kendali sekjen, Pak Hasto. Uberlah dia. Mariska tulang kuatkan, kalau Mariska bisa kalian pencet, maka menjadi delapan. Suara Tuhan adalah suara rakyat. Masih ada harapan. Ketuk hatinya yang paling dalam," ujar politisi Demokrat itu.
"Tadi saya ketemu Junimart, dia bilang pimpinan dari PKS (di MKD) bersama kita," tutupnya.
(ear/bal)











































