Ratusan pendukung Jokowi itu menamakan dirinya Komite Penyelamat Nawacita. Sekitar pukul 12.30 WIB, mereka tiba di gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (15/12/2015).
Berbagai atribut mereka bawa yang isinya sindiran ke Ketua DPR Setya Novanto dan Reza Chalid agar diproses secara hukum. Sebagai pendukung Jokowi, mereka sakit hati nama presiden pujaannya dicatut untuk kepentingan pribadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahwa kasus pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden yang melibatkan Setya Novanto dar Reza Chalid tidak cukup diselesaikan melalui proses MKD, sebab kasus ini bukan semata pelanggaran kode etik anggota DPR melainkan juga merupakan kasus hukum," ujar orator itu berapi-api.
Oleh karena itu, mereka meminta agar tiga penegak hukum, KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian mau menangani kasus 'Papa Minta Saham' ini. Penegak hukum, menurut mereka, harus berani melawan.
"Agar KPK, Kejagung dan Polri berani menyidik kasus pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden sampai ke akar-akarnya hingga terbongkar pula jaringan Nawacita gadungan," teriak sang orator.
Aksi di KPK hanya berjalan tak lebih dari 30 menit. Massa kemudian membubarkan diri dan melanjutkan perjalanan ke Kejagung. (dra/dra)










































