Satu Lagi Pejabat Garuda Diduga Terlibat Kasus Munir

Satu Lagi Pejabat Garuda Diduga Terlibat Kasus Munir

- detikNews
Jumat, 04 Mar 2005 14:52 WIB
Jakarta - Selain melibatkan tiga orang pejabatnya, disinyalir ada satu orang lagi pejabat PT Garuda Indonesia Airways yang masuk dalam konspirasi menghilangkan nyawa aktivis HAM Munir.Menurut sumber detikcom, pejabat Garuda tersebut adalah Sekretaris Chief Co Pilot 330 berinisial RA. Sedangkan tiga pejabat lainnya adalah Airlines Security Pollycarpus, Corporate Secretary Garuda Ramelgia Anwar dan Dirut Garuda Indra Setiawan."Dia (RA) sudah bohong sama polisi pada saat dia diperiksa. Dia bilang surat penugasan Pollycarpus sudah ada di mejanya sejak tanggal 6 September 2004. Padahal, surat itu baru dibuat tanggal 15 September dan ditandatangani tanggal 17 September 2004. Bagaimana itu, kan pasti ada yang menyuruh dia berbohong," kata sumber tersebut di Jakarta, Jumat, (4/3/2005).Menurutnya, selain kebohongan tersebut, RA juga orang atau kru yang mengurus jadwal penerbangan Pollycarpus. Dia juga yang menempatkan Pollycarpus sebagai security aviation di pesawat Garuda 974 rute Jakarta-Singapura-Amsterdam yang terbang pada saat 6 September 2004 lalu. Sementara itu, saat dikonfirmasikan perihal indikasi keterlibatan empat kru Garuda dalam peristiwa meninggalnya Munir, Direktur I Kamtranas Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol. Pranowo menyatakan, semua informasi tersebut akan ditindaklanjuti.Seperti halnya Kapolri Jenderal Polisi Da'i Bachtiar, Pranowo juga menyatakan akan mengevaluasi temuan-temuan TPF, termasuk juga mengevaluasi indikasi keterlibatan empat kru Garuda yang disebut-sebut memiliki dugaan kuat terkait langsung dengan peristiwa meninggalnya Munir."Namun, tidak cukup dari saksi-saksi saja. Hukum di Indonesia juga memerlukan bukti-bukti. Itu kan baru petunjuk, semua indikasi dan petunjuk tidak bisa dijadikan barang bukti, karena hukum Indonesia adalah hukum materil," tegas Pranowo.Sita DokumenNamun diungkapkan Pranowo, tim penyidik saat ini sudah menyita seluruh barang bukti berupa dokumentasi surat menyurat di PT Garuda, termasuk juga surat penugasan Pollycarpus yang menurut TPF mengindikasikan keterkaitan Polly dengan meninggalnya Munir, karena surat tersebut berlaku surut.Lebih jauh, sumber tersebut juga menyatakan, dari hasil pemeriksaan saksi berinial AS di Jerman sesudah Munir tewas, ada seorang pramugari yang bertanya kepada penumpang, apakah ada penumpang lain yang juga memakan mie (saat penerbangan Jakarta-Singapura, Munir sempat memesan mie goreng dan buah-buahan dalam pesawat).Saksi yang duduk di depan Munir itu lalu mengacungkan tangannya. Pramugari tersebut tampak kaget setelah mengetahui saksi tersebut juga makan mie tetapi tidak apa-apa.Namun, dokter tidak memeriksa saksi tersebut, sehingga ada dugaan Munir diracuni arsenik melalui mie tersebut, dan seluruh awak kabin mengetahui perihal meninggalnya Munir akibat mie. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads