BEM se-Jabotabek Dukung DPR Ajukan Hak Angket BBM
Jumat, 04 Mar 2005 14:52 WIB
Jakarta - Perwakilan BEM se-Jabotabek bertemu dengan F-PDIP DPR RI terkait kenaikan harga BBM. Mahasiswa mendukung DPR menggunakan hak angket.Rombongan yang terdiri 7 orang mahasiswa ini diterima Perwakilan dari F-PDIP Endang Karman di DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (4/3/2005).Juru Bicara BEM se-Jabotabek Darma menilai pemerintah tidak jujur dalam mengungkapkan alasan kenaikan harga BBM. "Data-data yang diungkapkan tim ekonomi SBY jelas-jelas bertolak belakang dengan kenyataan yang ada. Ini bukti tim ekonomi SBY tidak benar. Untuk itu, kami menuntut tim ekonomi SBY mengundurkan diri. Kami mendukung pengajuan usulan hak angket yang dipelopori F-PDIP," kata Darma.Dikatakan dia, BEM se-Jabotabek meminta F-PDIP mengambil langkah untuk menekan pemerintah supaya membatalkan kenaikan BBM. "Karena, pemerintahan SBY-JK sudah jelas-jelas tidak merakyat dan membebankan defisit anggaran kepada jutaan rakyat kecil," ujarnya.Perwakilan dari F-PDIP Endang Karman mengatakan fraksinya hingga kini tetap menolak tegas kenaikan BBM."Alat kelengkapan dewan yakni komisi VII, komisi Xi dan panitia anggaran sudah jelas menolak. Apalagi ada kealpaan dari pemerintah SBY yang tidak memberikan perhitungan-perhitungan sebelum kenaikan BBM akhir Januari lalu," imbuh.Dia mengakui bahwa untuk mengajukan hak angket guna dibawa dalam rapat paripurna sangat sulit. "Bamus telah membicarakan masalah ini. Tetapi, ternyata sulit untuk digelar di paripurna," ungkapnya.Menurutnya, DPR akan menggelar rapat konsultasi antara pimpinan dewan, pimpinan DPR, pimpinan 11 fraksi dengan pimpinan komisi VII,XI dan panitia anggaran pada Senin (7/3/2005). Rapat tersebut akan membahas mengenai kenaikan harga BBM. "Karena, dalam UU sudah jelas hak budget dimiliki dewan," imbuhnya.
(aan/)











































