"Saya kritik itu, otoriter," kata Busyro saat ditanya wartawan di Kantor Pusat PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta, Senin (14/12/2015).
Dia mengkonfirmasi pernah mengirim pesan di grup WhatsApp, mengkritik Ruki yang pernah memberi sanksi kepada 28 pegawai KPK yang menolak pelimpahan kasus Komjen Pol Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung.
"(Ruki) Memecat, memberikan sanksi kepada pegawai dengan sangat keras. (Seharusnya) Dikritik itu biasa saja, Pak (Abraham) Samad dulu pernah didemo, enggak pernah ada sanksi," tutur Busyro.
Busyro menyatakan sering didatangi penyidik-penyidik yang mengkritik dirinya saat masih menjabat Ketua KPK dulu. Namun dia tak pernah memberi sanksi kepada para pengkritiknya.
"Nah kalau penegak hukum budaya kritiknya dibungkam, dengan skorsing dan sebagainya, itu kan represif," kata Busyro.
Busyro menasihati agar Ruki lebih bijaksana dalam menanggapi kritik. "Pak Ruki itu kan orang tua, mbok ya menunjukkan ketuaannya begitu loh," tutur Busyro. (dnu/dra)











































