Luhut: Jangan Mengadili Orang Seolah Kita yang Paling Benar

Sidang MKD Kasus Novanto

Luhut: Jangan Mengadili Orang Seolah Kita yang Paling Benar

Muhammad Iqbal - detikNews
Senin, 14 Des 2015 14:39 WIB
Luhut: Jangan Mengadili Orang Seolah Kita yang Paling Benar
Foto: Indah Mutiara Kami
Jakarta - Anggota MKD DPR dari Hanura Akbar Faizal menanyakan apakah Luhut Pandjaitan tersinggung dirinya dicatut sebanyak 66 kali oleh Setya Novanto dan Reza Chalid terkait Freeport. Luhut tak mau menjawab secara gamblang.

"Apakah menurut saudara wajar dan etik saudara Setya Novanto dan Reza Chalid menjual nama saudara sebagai pejabat negara?" tanya Akbar Faizal dalam sidang MKD di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (14/12/2015).

"Saya nanti akan lihat dan pelajari dengan cermat apakah itu benar. Nanti saya tunggu sidang MKD apa yang menjadi hasil sidang MKD akan jadi acuan saya. Kalau hari ini saya tidak ingin berkomentar saya tidak ingin mengadili orang," kata Luhut menjawab pertanyaan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apakah saudara tersinggung diperlakukan begini oleh orang dekat anda?" tanya Akbar lagi

"Saya lihat nanti yang mulia saya tidak terburu-buru. Saya ingin juga di kesempatan yang baik ini kita jangan terus mengadili orang, membuat persespi seolah-olah kita yang paling benar. Tapi kalau putusan ini jelas saya tentu akan bersikap. Tapi jangan didorong-dorong saya untuk bersikap karena saya punya keyakinan sendiri apa yang patut saya lakukan," katanya.

Akbar Faizal pun meneruskan pertanyaannya itu. Namun kemudian dipotong oleh Wakil Ketua MKD Junimart Girsang. "Dari meja pimpinan, yang mulia Akbar Faizal agar jangan mengarahkan saksi, kita fokus saja, " kata Junimart.

Akbar Faizal kemudian menghentikan pertanyaan setelah Luhut menjawab dengan jawaban yang sama lagi. (miq/van)


Berita Terkait