Jenazah Suhardiman Dimakamkan Secara Militer di Cisarua

Jenazah Suhardiman Dimakamkan Secara Militer di Cisarua

Elza Astari Retaduari - detikNews
Senin, 14 Des 2015 14:14 WIB
Jenazah Suhardiman Dimakamkan Secara Militer di Cisarua
Jenazah Suhardiman diberangkatkan ke pemakaman (Foto: Elza Astari/detikcom)
Jakarta - Jenazah politisi senior Suhardiman diberangkatkan dari rumah duka menuju pemakaman di Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Jenazah mayor jenderal purnawirawan TNI tersebut dimakamkan secara militer.

Pantauan di lokasi, Jl Kramat Batu, Cilandak, Jakarta Selatan, upacara pemberangkatan jenazah dimulai pukul 13.35 WIB, Senin (14/12/2015). Dipimpin oleh Staf Ahli KSAD Bidang Hukum Brigjen, Widakdo, upacara merupakan simbol penyerahan jenazah dari pihak keluarga kepada negara.

"Kami atas nama keluarga menyerahkan almarhum Prof Mayjen Suhardiman kepada pemerintah untuk dimakamkan di Cisarua secara militer," ungkap putra sulung Suhardiman, Bobby, dalam upacara itu.
Suasana di rumah duka (Elza/detikcom)
"Kami atas nama pemerintah menerima almarhum dan selanjutnya akan membawa jenazah untuk dimakamkan secara militer di TPU di Cisarua," jawab Widakdo tanda penerimaan jenazah.

Peti jenazah yang dibalut bendera merah putih itu lantas diangkat oleh 6 prajurit TNI. Kemudian upacara diselingi oleh adat budaya Jawa yakni prosesi terobosan, yakni para keluarga berjalan berkeliling di bawah peti sebanyak 3 kali.

Bunyi terompet dan drum dari prajurit mengiringi jenazah saat dimasukkan ke dalam mobil ambulance. Prajurit TNI bersama keluarga dan sejumlah pelayat turut mengantarkan almarhum menuju tempat peristirahatn terakhirnya.

Menurut keluarga, pihak TNI sebetulnya menginginkan jenazah pendiri SOKSI itu dimakamkan di TMP Kalibata. Namun atas permintaan keluarga, jenazah pun dimakamkan di Evergreen, Cisarua, tepat si sebelah makam sang istri.

"Dari militer menghendaki di Kalibata, tapi kami sudah putuskan dan bapak (Suhardiman) juga terakhir sudah sepakat peristirahatan terakhir ingin dengan ibu," tukas keponakan Suhardiman, Thomas Suyatno di lokasi yang sama.

"Di Solo juga sebenarnya sudah disediakan tempat, dari Keraton, karena beliau kan keturunan dari Pakubuwono. Tapi karena ibu dimakamkan di Evergreen, makanya kita makamkan bapak di situ juga," tutupnya. (ear/hri)


Berita Terkait