Pantauan di lokasi, Jl Kramat Batu, Cilandak, Jakarta Selatan, upacara pemberangkatan jenazah dimulai pukul 13.35 WIB, Senin (14/12/2015). Dipimpin oleh Staf Ahli KSAD Bidang Hukum Brigjen, Widakdo, upacara merupakan simbol penyerahan jenazah dari pihak keluarga kepada negara.
"Kami atas nama keluarga menyerahkan almarhum Prof Mayjen Suhardiman kepada pemerintah untuk dimakamkan di Cisarua secara militer," ungkap putra sulung Suhardiman, Bobby, dalam upacara itu.
Suasana di rumah duka (Elza/detikcom) |
Peti jenazah yang dibalut bendera merah putih itu lantas diangkat oleh 6 prajurit TNI. Kemudian upacara diselingi oleh adat budaya Jawa yakni prosesi terobosan, yakni para keluarga berjalan berkeliling di bawah peti sebanyak 3 kali.
Bunyi terompet dan drum dari prajurit mengiringi jenazah saat dimasukkan ke dalam mobil ambulance. Prajurit TNI bersama keluarga dan sejumlah pelayat turut mengantarkan almarhum menuju tempat peristirahatn terakhirnya.
Menurut keluarga, pihak TNI sebetulnya menginginkan jenazah pendiri SOKSI itu dimakamkan di TMP Kalibata. Namun atas permintaan keluarga, jenazah pun dimakamkan di Evergreen, Cisarua, tepat si sebelah makam sang istri.
"Dari militer menghendaki di Kalibata, tapi kami sudah putuskan dan bapak (Suhardiman) juga terakhir sudah sepakat peristirahatan terakhir ingin dengan ibu," tukas keponakan Suhardiman, Thomas Suyatno di lokasi yang sama.
"Di Solo juga sebenarnya sudah disediakan tempat, dari Keraton, karena beliau kan keturunan dari Pakubuwono. Tapi karena ibu dimakamkan di Evergreen, makanya kita makamkan bapak di situ juga," tutupnya. (ear/hri)












































Suasana di rumah duka (Elza/detikcom)